Kepri  

Pelabuhan Tikus Jembatan 3 Barelang Disorot, Barang dari FTZ Batam Diselundupkan ke Riau

BATAM – Aktivitas penyelundupan barang dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam menuju Provinsi Riau masih berlangsung melalui Pelabuhan Tikus Jembatan 3 Barelang, Batam.

Lokasi pelabuhan rakyat tersebut berada di samping bekas Kantor Bakamla. Sejumlah jenis barang dikirim melalui jalur tersebut, mulai dari rokok tanpa pita cukai, barang elektronik, suku cadang kendaraan, minuman beralkohol (mikol), hingga barang jasa titipan (jastip) milik perusahaan ekspedisi.

Pantauan IndonesiaKini.id pada Kamis (30/7/2026) menemukan aktivitas bongkar muat masih berjalan. Sejumlah truk tampak berada di kawasan pelabuhan untuk mengangkut barang, sementara sebagian barang lainnya dipindahkan dari bak truk ke kapal yang berada di lokasi.

Aktivitas di pintu masuk pelabuhan juga mendapat pengawasan dari seorang penjaga. Pria tersebut terlihat memperhatikan setiap orang yang melintas, termasuk mereka yang hendak memasuki kawasan pelabuhan.

Ketika wartawan hendak masuk untuk melakukan konfirmasi terkait aktivitas tersebut, penjaga di pintu gerbang melarang wartawan melanjutkan perjalanan ke dalam area pelabuhan.

“Tidak boleh masuk. Tidak boleh ambil foto di sini,” kata penjaga tersebut.

Sumber IndonesiaKini.id, menyebutkan aktivitas pengangkutan barang di lokasi tersebut melibatkan jasa transportasi laut yang dikoordinasikan oleh HSM.

Nama HSM bukan kali pertama dikaitkan dengan aktivitas penyelundupan di Batam. Sumber tersebut menyebut HSM beberapa kali dikaitkan dengan pengiriman barang dari Batam menuju sejumlah daerah di luar wilayah Kepulauan Riau.

Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Tikus Jembatan 3 Barelang bukan merupakan kawasan pabean yang ditetapkan sebagai tempat pemasukan maupun pengeluaran barang dari dan ke KPBPB atau FTZ Batam. (AP)