Daerah  

PSC 119 Kotim Hadir, Layanan Gawat Darurat Terlengkap di Kalteng

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menghadirkan layanan Public Safety Center (PSC) 119 guna mempercepat penanganan kegawatdaruratan medis sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap pertolongan pertama secara cepat dan terintegrasi.

Kehadiran layanan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat sistem kesehatan darurat di tengah masyarakat.

Layanan yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kotim ini diproyeksikan menjadi solusi utama, terutama saat kondisi darurat terjadi di luar jam operasional fasilitas kesehatan reguler. Selama ini, warga yang menghadapi situasi gawat darurat pada malam hari atau di luar jam kerja puskesmas maupun klinik kerap kesulitan mendapatkan pertolongan cepat. Dengan adanya PSC 119, kendala tersebut diharapkan dapat teratasi karena layanan ini dirancang untuk siap siaga selama 24 jam.

Nomor Layanan PSC 119 Kotim

Dari sisi infrastruktur, bangunan dan armada PSC 119 Kotim disebut-sebut sebagai salah satu yang paling megah dan lengkap di Kalimantan Tengah. Fasilitas yang representatif ini diharapkan mampu menunjang kinerja tenaga medis dan petugas dalam memberikan pelayanan yang cepat, nyaman, sekaligus profesional kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Salahuddin Al Ayubi, S.Gz., M.P.H, menjelaskan bahwa PSC 119 merupakan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu yang sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan.

Menurutnya, kehadiran unit ini bukan sekadar pelengkap layanan kesehatan, melainkan bagian dari komitmen nasional untuk menekan angka kematian maupun kecacatan akibat kondisi darurat, termasuk kecelakaan lalu lintas.

“PSC 119 merupakan unit kerja di bawah Dinkes, sebagai wadah koordinasi dalam pelayanan gawat darurat secara cepat, sehingga hasilnya dapat lebih baik demi kesehatan masyarakat,” terangnya. Pada Sabtu 1/08/2026.

Ia menambahkan, keberadaan PSC 119 juga berfungsi sebagai pusat koordinasi yang menghubungkan masyarakat dengan fasilitas kesehatan terdekat, termasuk rumah sakit rujukan, sehingga proses evakuasi maupun penanganan awal pasien dapat berjalan lebih sistematis dan tidak tumpang tindih antarinstansi.

Selain memperkuat sisi layanan, Dinas Kesehatan Kotim turut mendorong pengenalan PSC 119 kepada masyarakat sejak usia dini, khususnya di kalangan pelajar. Untuk itu, kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di lima SMA/SMK yang ada di Kotim. Melalui sosialisasi ini, para pelajar diperkenalkan pada prosedur menghubungi PSC 119, jenis-jenis kondisi yang tergolong gawat darurat, hingga langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan sebelum petugas medis tiba di lokasi.

Sosialisasi tersebut dinilai penting mengingat pelajar merupakan bagian dari masyarakat yang sering berada di lingkungan rawan kejadian darurat, baik di sekolah, jalan raya, maupun aktivitas sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan dapat menjadi salah satu pihak pertama yang sigap membantu ketika terjadi keadaan darurat di sekitarnya.

“Biar masyarakat lebih mengenal lagi apa itu PSC 119,” ujar Salahuddin, menegaskan tujuan utama dari rangkaian sosialisasi yang telah dan akan terus dilakukan ke berbagai lapisan masyarakat di Kotim.

Dengan hadirnya PSC 119 yang didukung fasilitas memadai dan upaya sosialisasi yang berkelanjutan, masyarakat Kotim kini memiliki akses layanan gawat darurat yang lebih cepat, terkoordinasi, dan siap siaga kapan pun dibutuhkan. Pemerintah daerah berharap layanan ini dapat menjadi contoh penerapan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu bagi daerah lain di Kalimantan Tengah.

(Pur/Ik)