KAMPAR – Upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk perempuan sebagai penggerak di lingkungan keluarga maupun komunitas. Berangkat dari semangat tersebut, Srikandi PLN Nusantara Power (PLN NP) menggelar Pelatihan Perempuan Tangguh Bencana di kawasan PLTA Koto Panjang, Desa Merangin, Kabupaten Kampar, Riau.
Mengusung tema “Bersama Perempuan, Wujudkan Masyarakat Tangguh dan Siap Menghadapi Bencana”, kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri atas Srikandi PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Pekanbaru dan perempuan di sekitar wilayah operasional PLTA Koto Panjang.
Berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar serta tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan (K4) PLN NP UP Pekanbaru, peserta mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi bencana, penanganan keadaan darurat, hingga praktik pemadaman kebakaran.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Ketangguhan menghadapi bencana harus dibangun mulai dari keluarga dan komunitas. Perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi sekaligus menggerakkan lingkungan sekitarnya. Karena itu, PLN Nusantara Power berupaya membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan agar semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujar Ruly.
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana pendukung, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Srikandi Movement 2026, program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Srikandi PLN untuk meningkatkan kualitas hidup melalui bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.
Kepala Satuan Corporate Legal PLN Nusantara Power sekaligus Srikandi PLN NP, Helen Magdalena, menjelaskan bahwa Program Perempuan Tangguh Bencana dirancang agar perempuan mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan di lingkungannya.
“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi pihak yang terdampak ketika bencana terjadi, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu melindungi keluarga dan membantu masyarakat di sekitarnya. Karena itu, pelatihan ini dipadukan dengan kolaborasi bersama BPBD dan program CSR perusahaan agar manfaatnya semakin luas,” kata Helen.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PLN NP UP Pekanbaru juga menyerahkan bantuan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) kepada BPBD Kabupaten Kampar berupa perahu evakuasi, mesin tempel, jaket pelampung (life vest), helm, tenda darurat, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya untuk penanggulangan banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Manager PLN NP UP Pekanbaru, Arif Wicaksono, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud sinergi perusahaan dengan pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanganan banjir maupun karhutla. Kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat akan terus kami dorong agar kesiapsiagaan bencana semakin kuat,” ujar Arif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., mengapresiasi kontribusi PLN Nusantara Power yang tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi kebencanaan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana, khususnya menghadapi potensi banjir dan karhutla yang kerap terjadi di Kabupaten Kampar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Ir. Azwan, M.Si., menyampaikan bahwa bantuan dari PLN Nusantara Power menjadi dukungan penting bagi BPBD di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
“Peralatan ini akan sangat membantu operasional BPBD dalam penanganan banjir maupun karhutla. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini,” tuturnya.






