Daerah  

Museum SBY-Ani Jadi Museum Pertama di Jatim yang Miliki SPKLU Fast Charging

Teks Foto : Fasilitas SPKLU fast charging berkapasitas 47 kW di Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan, yang menjadi museum pertama di Jawa Timur dengan layanan pengisian daya kendaraan listrik bagi pengunjung. (ist)

PACITAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperluas ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di sektor pariwisata. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ponorogo, PLN meluncurkan program promosi EVplore di Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan, Rabu (5/8), sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara PLN UP3 Ponorogo dan Museum & Galeri SBY-Ani yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Melalui kerja sama itu, PLN menghadirkan promo berupa voucher cashback Rp10.000 untuk pembelian tiket masuk museum bagi pengguna kendaraan listrik.

Promo berlaku bagi 10 pengunjung pertama setiap hari hingga 31 Agustus 2026. Pengunjung cukup menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan listrik kepada petugas museum untuk memperoleh voucher yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai transaksi melalui aplikasi PLN Mobile.

Tak hanya menghadirkan promo, PLN juga memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di kawasan wisata tersebut. Museum & Galeri SBY-Ani kini telah dilengkapi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berteknologi fast charging berkapasitas total 47 kilowatt (kW) dengan dua nozzle yang dapat digunakan secara bersamaan.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadikan Museum & Galeri SBY-Ani sebagai museum pertama di Jawa Timur yang menyediakan SPKLU bagi para pengunjung.

Direktur Administrasi dan Bisnis Museum & Galeri SBY-Ani, Nabila Amalina, mengatakan kolaborasi dengan PLN sejalan dengan komitmen museum dalam menghadirkan wisata edukasi yang tidak hanya memperkenalkan sejarah, tetapi juga mendorong penerapan prinsip keberlanjutan.

“Kolaborasi ini menjadi sinergi positif dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui program EVplore, kami berharap semakin banyak masyarakat tertarik untuk berkunjung dan menikmati pengalaman wisata edukatif, sekaligus mendukung pemanfaatan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujar Nabila.

Menurutnya, keberadaan SPKLU juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam beralih ke kendaraan listrik.

“Bagi masyarakat, efisiensi biaya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih kendaraan listrik. Kami berharap dengan semakin masifnya kehadiran SPKLU di Pacitan dapat memberikan kemudahan dan rasa aman bagi masyarakat, sehingga dapat mempercepat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” tambahnya.

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, mengapresiasi langkah PLN yang terus memperluas infrastruktur kendaraan listrik di daerahnya. Menurutnya, keberadaan SPKLU di destinasi wisata menunjukkan kesiapan Kabupaten Pacitan dalam mendukung percepatan transisi energi nasional.

“Kami mengapresiasi komitmen PLN yang terus memperluas ekosistem kendaraan listrik melalui percepatan infrastruktur SPKLU, termasuk di kawasan destinasi wisata. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi wisatawan saat berkunjung ke Pacitan,” kata Gagarin.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa EVplore merupakan bagian dari strategi PLN untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata dan pemerintah daerah.

Menurut Eric, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan infrastruktur pengisian daya yang memadai, tetapi juga layanan digital yang mudah diakses masyarakat.

“Melalui EVplore, kami ingin menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan listrik tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi dan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman berwisata yang nyaman dan menyenangkan. Kami berharap sinergi antara PLN, sektor pariwisata, dan pemerintah daerah dapat mempercepat transisi energi bersih di Kabupaten Pacitan,” pungkas Eric.