SURABAYA – Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menghadirkan inovasi fesyen yang memadukan gaya hijab modern dengan kekayaan motif tradisional. Melalui Ciarra, mereka mengolah inspirasi Batik Ciamis menjadi hijab segiempat berbahan Voal Ultrasoft.
Produk tersebut mengangkat sejumlah motif khas Batik Ciamis, di antaranya Rereng Eneng, Sulur Anggrek, dan Cupat Manggu. Pengembangan Ciarra dilatarbelakangi keprihatinan terhadap keberadaan Batik Ciamis yang sempat mengalami kemunduran hingga hilang dari peredaran selama sekitar 20 tahun akibat persaingan dengan batik cetak dan tekstil bermotif batik.
Tim Ciarra terdiri atas Putri Salsabila Az Zahra, Lailatul Fitriani, Siti Hidayah, Tasya Ananta, dan Sahda Naila Alim. Mereka mengembangkan empat koleksi, yakni Sajunta Series, Rereng Series, Asri Series, dan Mustika Series, dengan tetap mempertahankan karakter motif Batik Ciamis sebagai sumber inspirasi.
Dosen pembimbing Ciarra, Rachma Rizqina Mardhotillah, S.T., M.M., mengatakan pengembangan produk tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggabungkan pelestarian budaya dengan peluang usaha.
“Motif tradisional dapat diperkenalkan melalui produk yang dekat dengan generasi muda, sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” terang Rachma.
Tidak berhenti pada pengembangan desain, tim Ciarra juga membangun usaha melalui strategi pemasaran business to business (B2B) dan business to consumer (B2C). Pemasaran dilakukan melalui kerja sama dengan PKK di Ciamis, Koperasi Mahasiswa Unusa, bazar, corporate sales, serta sejumlah kanal digital, seperti Instagram, TikTok, Shopee, Pinterest, dan WhatsApp Business.
Dari sisi legalitas, Ciarra telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Tim juga sedang mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk produknya.
Produk Ciarra kini telah dipasarkan melalui sejumlah mitra di Ciamis, Surabaya, dan Mojokerto. Inovasi tersebut menjadi upaya mahasiswa Unusa untuk memperkenalkan kembali kekayaan motif Batik Ciamis melalui produk fesyen yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi.






