SURABAYA – Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum bagi The Alana Surabaya untuk memberikan ruang berekspresi bagi anak disabilitas. Tahun ini, hotel tersebut mengajak Qurrota’Ain Rizky Cahyani atau akrab disapa Tata, anak yang mengikuti kegiatan di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya, untuk berkarya melalui batik lukis.
Kegiatan yang digelar pada 2 Oktober 2026 itu menjadi kesempatan bagi Tata untuk menuangkan kreativitasnya sekaligus mengenal lebih dekat batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
Berbeda dengan teknik membatik menggunakan canting, Tata membuat karya batik lukis dengan menggunakan kuas untuk mengaplikasikan motif pada kain. Aktivitas tersebut menjadi media baru bagi Tata untuk menyalurkan minatnya terhadap seni.
Karya yang dihasilkan Tata nantinya direncanakan dipajang di area The Alana Surabaya setelah proses pengerjaan rampung. Hotel berharap karya tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas Tata, tetapi juga dapat dinikmati para tamu sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi karya anak disabilitas untuk dikenal masyarakat.
Ketertarikan Tata terhadap seni menggambar sebenarnya telah terlihat sejak usia dini. Sang ibu, Beta Ami, menuturkan bahwa minat tersebut mulai tampak ketika Tata masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Berbagai benda di sekitarnya, mulai dari kertas dan kardus hingga tembok rumah, pernah menjadi media bagi Tata untuk menuangkan ide dan kreativitasnya melalui gambar.
Seiring perkembangannya, keluarga berupaya menemukan lingkungan yang dapat mendukung minat dan bakat tersebut. RAP Surabaya kemudian menjadi salah satu ruang bagi Tata untuk berkarya, mengasah kemampuan, serta mengikuti berbagai kegiatan yang sesuai dengan ketertarikannya.
Menurut keluarga, keberadaan RAP memberikan ruang yang berarti bagi perkembangan Tata. Dukungan terhadap minatnya di bidang seni diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya sekaligus membuka kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kemampuan Tata dalam bidang seni juga telah mengantarkannya meraih prestasi. Pada 21–25 Agustus 2024, Tata memperoleh penghargaan Best Line Master kategori usia 10–13 tahun dalam ajang We Are The World Event di Jakarta, berdasarkan informasi prestasi yang disampaikan kepada pihak hotel.
General Manager The Alana Surabaya Fabio P. Simorangkir mengatakan, kegiatan membatik tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap potensi anak disabilitas sekaligus bagian dari perayaan seni dan budaya Indonesia.
“Melalui kegiatan membatik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan potensi yang mereka miliki. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki keunikan dan bakat yang layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang serta diapresiasi,” ujar Fabio.
Ia menambahkan, keputusan untuk memajang karya Tata di area hotel merupakan bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil karya yang dibuatnya.
“Kami berharap karya ini nantinya dapat dinikmati oleh para tamu sekaligus mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Beta Ami berharap minat Tata di bidang seni dapat terus berkembang dan mendapat ruang yang lebih luas. Ia juga berharap karya-karya Tata semakin dikenal masyarakat.
“Kami berharap Tata dapat semakin diterima oleh masyarakat dan karya-karyanya semakin dikenal. Semoga ke depannya Tata bisa terus berkarya sesuai dengan bakat dan minatnya, memiliki kesempatan untuk bekerja di bidang yang disukainya, serta tumbuh menjadi anak yang mandiri dan sukses,” ungkap Beta.
Sebagai informasi, Rumah Anak Prestasi merupakan fasilitas yang dikembangkan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial sejak 2022. Fasilitas tersebut menjadi wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi melalui berbagai kegiatan.






