Bahlil: BBM Nonsubsidi Sesuaikan Harga Pasar Global

Penjelasan Menteri ESDM Mengenai Skema Harga BBM di Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan mengenai skema harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menurutnya, harga BBM dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu BBM nonsubsidi dan BBM subsidi. Aturan ini telah diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Untuk BBM nonsubsidi, penyesuaian harga dilakukan secara otomatis mengikuti fluktuasi pasar global. “Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri (nonsubsidi),” ujarnya saat berbicara dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).

Kelompok Mampu Diminta Tidak Gunakan BBM Subsidi

Bahlil menjelaskan bahwa jenis BBM industri mencakup bensin dengan oktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98. Dia menegaskan bahwa BBM tersebut ditujukan bagi masyarakat kelompok mampu. Menurutnya, negara hanya berkewajiban menyediakan stok bagi kelompok tersebut, sementara biaya konsumsinya sepenuhnya ditanggung oleh pembeli sesuai harga pasar tanpa membebani anggaran negara sedikit pun.

“Itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan (Menteri Investasi), Pak Sekkab, masa pakai minyak subsidi? Iya kan. Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, monggo,” ujarnya.

Faktor yang Menentukan Harga BBM Nonsubsidi

Faktor utama yang menentukan harga BBM nonsubsidi adalah pergerakan harga minyak internasional, baik melalui publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) maupun Argus. Hal ini sesuai dengan Lampiran Kepmen 245/2022 poin a angka 1.

“Perhitungan menggunakan rata-rata harga publikasi MOPS atau Argus, dengan satuan USD/barel periode tanggal 25 (dua puluh lima) pada 2 (dua) bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 (dua puluh empat) 1 (satu) bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan,” demikian bunyi poin dimaksud.

Selain harga minyak dunia, kurs mata uang juga menjadi penentu karena transaksi minyak internasional menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).

“Menggunakan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dengan kurs tengah Bank Indonesia periode tanggal 25 (dua puluh lima) pada 2 (dua) bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 (dua puluh empat) 1 (satu) bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan,” bunyi Lampiran poin a angka 4.

Kebijakan BBM Subsidi Prioritaskan Kondisi Rakyat

Bahlil meminta masyarakat untuk bersabar menunggu keputusan final dari Presiden mengenai kelanjutan harga BBM subsidi. Dia menekankan setiap kebijakan yang diambil pemerintah akan selalu mempertimbangkan kebaikan bangsa dan negara. Menurutnya, Presiden terus memantau kebutuhan masyarakat lapisan bawah di tengah fokus pembangunan nasional. Dia menegaskan kembali prioritas pemerintah saat ini adalah terkait kebijakan subsidi.

“Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik. Nanti tunggu tanggal mainnya ya,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *