APBD 2025 Alokasikan Rp 3,8 Miliar, Jembatan Fangahu Taliabu Diblokir

Penutupan Sementara Jembatan Fangahu di Desa Bobong

Jembatan Fangahu yang terletak di Desa Bobong, Pulau Taliabu, Maluku Utara kini sementara ditutup atau dipalang. Hal ini menyebabkan semua pengendara sepeda motor maupun mobil tidak dapat melintasi jembatan tersebut. Namun, hingga saat ini masih belum diketahui pasti penyebab penutupan dan dari pihak mana yang memalang jembatan tersebut menggunakan papan.

Pantauan menunjukkan bahwa akses ke jembatan telah ditutup dari kedua arah, baik dari selatan maupun utara. Meski jembatan tampak kokoh, hanya satu jalur lantai yang dibangun sesuai kontrak. Sementara untuk lantai sisi lainnya masih kosong dan menunggu tahap kedua pekerjaan.

Jembatan Fangahu dibangun pada Desember 2025 dengan anggaran APBD Perubahan 2025 sebesar Rp3,8 miliar. Batas waktu pekerjaan selama 45 hari kalender. Anehnya, meskipun sudah diumumkan bahwa pekerjaan mencapai 100 persen, jembatan tersebut belum bisa digunakan.

Sebelumnya, Pelaksana Lapangan Proyek Jembatan Fangahu, Ipul, menyampaikan informasi penting kepada publik Taliabu. Menurutnya, proyek Jembatan Fangahu sesuai kontrak dikerjakan 100 persen dalam hal fisik, tetapi tidak secara keseluruhan. Artinya, hanya ada satu jalur dalam pada jembatan tersebut. Sementara jalur sebelahnya masih kosong.

“100 persen bentuk fisiknya akan sampai plat jalan, tapi cuman sebelah,” tegas Ipul.

Informasi Terkait Pekerjaan Jembatan

Beberapa poin penting mengenai proyek Jembatan Fangahu antara lain:

  • Anggaran dan Waktu Pengerjaan

    Proyek ini dialokasikan dana sebesar Rp3,8 miliar dari APBD Perubahan 2025. Pengerjaan dilakukan dalam waktu 45 hari kalender. Meski demikian, hingga saat ini jembatan belum dapat digunakan meskipun telah diumumkan selesai 100 persen.

  • Kondisi Fisik Jembatan

    Jembatan yang dibangun memiliki satu jalur lantai saja. Jalur sisi lainnya masih kosong dan menunggu proses tahap kedua. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam struktur jembatan.

  • Permasalahan Kontraktor

    Menurut informasi dari pelaksana lapangan, proyek tidak sepenuhnya selesai dalam arti yang sebenarnya. Hanya satu jalur yang selesai, sedangkan jalur lainnya belum dikerjakan.

Dampak Terhadap Masyarakat

Penutupan jembatan Fangahu berdampak besar bagi masyarakat sekitar. Karena jembatan ini merupakan salah satu jalur utama, penutupannya menyebabkan gangguan dalam perjalanan. Pengguna kendaraan bermotor harus mencari alternatif rute yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Selain itu, kondisi jembatan yang hanya memiliki satu jalur juga menjadi perhatian serius. Karena itu, masyarakat dan pihak terkait berharap agar proyek dapat segera diselesaikan secara lengkap agar dapat digunakan oleh masyarakat secara optimal.

Tantangan dan Harapan

Proyek pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Selain itu, diperlukan transparansi dan koordinasi yang baik antara pihak kontraktor dan pemerintah daerah agar tidak terjadi lagi kesenjangan antara perencanaan dan realisasi.

Dengan penyelesaian yang optimal, jembatan Fangahu diharapkan menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Taliabu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *