Rapat Strategis Pemasangan Jaringan Listrik di Desa Bukal dan Mulat
Pemerintah Kabupaten Buol menggelar rapat strategis untuk memastikan pemasangan jaringan listrik merata hingga pelosok desa, khususnya di Desa Bukal dan Desa Mulat. Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buol dan dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, pihak PLN, serta Dinas Perkim. Tujuan utamanya adalah memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Program pemasangan jaringan listrik ini merupakan usulan dari kementerian yang pengawasannya berada di bawah kendali Dinas Perkim. Proyek ini memiliki tenggat waktu yang ketat, sehingga diperlukan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait. Kepala Dinas Perkim Kabupaten Buol menegaskan bahwa program ini harus dilaksanakan dengan tepat waktu agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Partisipasi Berbagai Stakeholder
Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat teras, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda-Litbang, Kepala Dinas PUPR, serta Kabag Pembangunan. Selain itu, hadir pula pihak pelaksana teknis seperti Kepala Dinas Perkim dan Kepala PT. PLN (Persero) UP3 Tolitoli Ranting Leok.
Kepala PLN Ranting Leok menyampaikan bahwa proyek ini memiliki tenggat waktu yang sangat ketat. Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam pengerjaan fisik agar masyarakat di Desa Bukal dan Mulat segera dapat menikmati akses listrik yang stabil. Ia juga menyoroti perlu adanya persiapan yang matang agar tidak ada hambatan selama pelaksanaan.
Penekanan pada Koordinasi dengan Warga
Dalam arahannya, Sekda menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan program ini. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait kendala teknis di lapangan, khususnya mengenai titik koordinat tiang listrik yang melintasi lahan warga. Ia meminta kepada Camat Bukal, Kepala Desa, hingga Ketua BPD di Desa Bukal dan Mulat untuk melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik lahan yang terkena pemasangan tiang listrik.
“Saya meminta kepada Camat Bukal, Kepala Desa, hingga Ketua BPD di Desa Bukal dan Desa Mulat untuk terus melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik lahan yang terkena pemasangan tiang listrik,” ujar Sekda. Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan baik agar tidak terjadi penolakan dari warga yang dapat menghambat pembangunan.
“Kita harus menjaga komunikasi dengan baik. Jangan sampai kendala lahan membuat program ini justru dialihkan atau pindah ke kabupaten lain. Ini adalah kesempatan besar bagi warga kita untuk menikmati listrik yang stabil,” tegasnya.
Komitmen Pemerintah Desa
Pihak pemerintah desa yang hadir, yakni Kepala Desa Bukal, Kepala Desa Mulat, serta jajaran BPD, menyatakan kesiapannya untuk membantu proses sosialisasi di tingkat akar rumput. Mereka berkomitmen untuk memastikan pengerjaan jaringan listrik ini berjalan lancar tanpa hambatan sosial.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan koordinasi intensif antara PLN, Dinas Perkim, dan Pemerintah Kecamatan guna mengawal jalannya proyek hingga lampu-lampu di rumah warga Desa Bukal dan Mulat menyala dengan terang.
Tantangan dan Langkah Penyelesaian
Salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah koordinasi dengan warga pemilik lahan. Sejumlah titik pemasangan tiang listrik melintasi lahan yang dimiliki oleh warga, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih humanis dan transparan. Untuk itu, pihak pemerintah desa akan berperan aktif dalam sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang manfaat pemasangan jaringan listrik.
Selain itu, kebutuhan akan sumber daya manusia dan teknis juga menjadi fokus utama. Diperlukan tenaga ahli yang mampu mengelola proyek secara efisien, termasuk dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dengan demikian, proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Keberlanjutan dan Manfaat Jangka Panjang
Proyek pemasangan jaringan listrik ini bukan hanya sekadar memperluas akses energi, tetapi juga menjadi langkah awal menuju pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan tersedianya listrik yang stabil, masyarakat di Desa Bukal dan Mulat dapat meningkatkan produktivitas, memperluas akses informasi, serta memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, PLN, dan masyarakat, diharapkan proyek ini dapat segera terwujud dan menjadi contoh sukses dalam pemerataan akses energi di wilayah pedesaan.






