Pembangunan Jembatan Teupin Mane Dipercepat, Progres Capai 16 Persen

Progres Pembangunan Jembatan Teupin Mane Terus Berjalan Meski Menghadapi Tantangan

Pembangunan Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terus berlangsung dengan semangat tinggi sejak dimulai pada awal Februari 2026. Proyek ini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah setempat dan masyarakat sekitar, mengingat pentingnya jembatan tersebut sebagai penghubung utama jalur Bireuen–Takengon.

Meskipun arus sungai yang deras akibat curah hujan tinggi di wilayah Takengon dan Bener Meriah, pekerjaan tetap berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan komitmen dari pihak pelaksana dalam memastikan proyek tidak terganggu oleh kondisi alam.

Hingga Sabtu (25/4/2026), progres fisik pembangunan telah mencapai 15,58 persen atau mendekati 16 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pekerjaan sudah memasuki tahap yang lebih matang, meski masih ada banyak langkah yang harus ditempuh sebelum proyek rampung.

Aktivitas di Lokasi Proyek

Pantauan langsung di lokasi proyek menunjukkan bahwa berbagai alat berat beroperasi di dua titik utama, yaitu di sisi utara dan selatan jembatan. Pekerjaan ini dilakukan di lintasan Bireuen–Takengon, yang merupakan jalur penting bagi masyarakat setempat.

Arus sungai yang deras tidak menghentikan aktivitas pembangunan. Sejumlah pekerja tampak sibuk menjalankan tugas masing-masing, seperti pengelasan besi untuk beton abutmen dan pekerjaan teknis lainnya. Material konstruksi, termasuk tiang besi berbentuk pipa berukuran besar, juga terlihat telah tersedia di sekitar lokasi.

Penjelasan dari Perwakilan BPJN Aceh

Perwakilan BPJN Aceh melalui Satker PJN PPK 3.6 Provinsi Aceh, Febi Lesmana, menyampaikan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 15,58 persen. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan utama saat ini adalah persiapan pengecoran pile cap untuk abutmen 1 di sisi selatan (Bireuen). Selain itu, juga dilakukan persiapan platform untuk abutmen lainnya serta pekerjaan pendukung, termasuk fabrikasi rangka baja di workshop Bukaka.

Desain dan Target Penyelesaian

Jembatan baru ini dirancang dengan konstruksi dua bentang, masing-masing sepanjang 80 meter, dengan satu tiang utama di bagian tengah. Total panjang jembatan mencapai 160 meter. Lokasi jembatan berada di sisi timur jembatan rangka baja lama yang sebelumnya menjadi penghubung utama jalur tersebut.

Pembangunan ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Dengan penyelesaian proyek ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.

Kunjungan Direktur Jenderal Bina Marga

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Roy Rizali Anwar, bersama sejumlah pejabat terkait telah melakukan kunjungan kerja ke lokasi untuk meninjau langsung progres pembangunan. Kunjungan ini menunjukkan perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap proyek strategis ini.

Proyek Strategis Pasca Bencana Banjir Bandang

Pembangunan Jembatan Teupin Mane ini merupakan salah satu proyek strategis pasca bencana banjir bandang yang sempat melumpuhkan jalur utama Bireuen–Takengon. Dengan penyelesaian jembatan ini, diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan transportasi di wilayah tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *