Jatim Lampaui Target, Rakorda Bangga Kencana Fokus Kualitas Keluarga

Caption : Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Sukamto saat membuka Rakorda Bangga Kencana 2026 di Surabaya. (Foto : Nugi/Indonesiakini.id)

SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Surabaya, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah guna mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, menegaskan bahwa keluarga memegang peran kunci dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Program Bangga Kencana memiliki mandat strategis untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui penguatan di setiap tahapan siklus kehidupan,” ujarnya saat membuka Rakorda.

Dalam paparannya, Sukamto mengungkapkan sejumlah capaian positif Jawa Timur. Total Fertility Rate (TFR) tercatat sebesar 1,96, lebih rendah dari angka pengganti nasional sebesar 2,1.

Selain itu, prevalensi stunting di Jawa Timur berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 berada di angka 14,7 persen.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi kuat seluruh pemangku kepentingan, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, BKKBN Jawa Timur juga memberikan apresiasi kepada tujuh daerah yang telah menyelesaikan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, yakni Kota Surabaya, Kota Kediri, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Bondowoso.

Rakorda tahun ini turut menyoroti integrasi program prioritas Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Di Jawa Timur, sebanyak 1.058 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menyalurkan manfaat program tersebut. Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), cakupan MBG untuk ibu hamil mencapai 65,97 persen, sementara untuk balita sebesar 46,45 persen.

Untuk memastikan program berjalan optimal, sebanyak 93.729 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dikerahkan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, menilai Rakorda ini sebagai langkah konkret dalam menyongsong Generasi Emas 2045.

Ia juga menyoroti capaian penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur yang mencapai lebih dari 740 ribu jiwa, sebagai modal penting dalam pembangunan.

“Capaian Jawa Timur sudah berada di atas rata-rata nasional. Keberhasilan program Bangga Kencana di tingkat daerah akan menjadi penentu kinerja provinsi dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif,” tegasnya.

Rakorda ini diikuti 250 peserta secara luring, termasuk pimpinan OPDKB dari 38 kabupaten/kota, serta dihadiri secara daring oleh 1.400 Penyuluh KB (PKB) se-Jawa Timur.