Peran Simpeda dalam Penghimpunan Dana Murah dan Pendorong Ekonomi Daerah
Di tengah tekanan fiskal daerah dan kompetisi perbankan yang semakin ketat, Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperkuat posisinya dengan mengandalkan produk tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda). Produk ini tidak hanya menjadi penopang utama penghimpunan dana murah, tetapi juga berperan sebagai pendorong utama ekonomi daerah.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Rokidi, menegaskan bahwa Simpeda bukan sekadar produk tabungan. Ia menjadi kekuatan yang menyatukan BPD di seluruh Indonesia. Basis nasabah yang luas dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga likuiditas dan memperluas inklusi keuangan. “Karena produk tabungan Simpeda inilah kami dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu dan malam hari ini berkumpul di Surakarta,” ujarnya.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menyebut kinerja Simpeda menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Hingga akhir 2025, jumlah penabung secara nasional telah melampaui 8,9 juta nasabah, tumbuh sekitar 104 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan bahwa Simpeda semakin melekat dalam aktivitas keuangan masyarakat. “Hal ini merupakan capaian yang luar biasa dan dibutuhkan, menunjukkan Simpeda sudah menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam melakukan simpanan dan transaksi keuangan,” kata Bambang.
Pertumbuhan Simpeda turut terlihat di tingkat daerah. Bank Jateng mencatat tabungan Simpeda meningkat 12 persen secara tahunan atau setara Rp 2,2 triliun. Pemerintah daerah pun aktif mendorong peningkatan literasi dan budaya menabung masyarakat. Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Jawa Tengah, Eny Lestari, menilai pemanfaatan layanan perbankan secara bijak akan memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Program Undian Simpeda Tetap Dipertahankan
Sebagai bagian dari strategi menjaga loyalitas nasabah, program undian Simpeda tetap dipertahankan. Penarikan nasional periode II tahun 2026 digelar di Surakarta dengan total hadiah Rp 3 miliar. Hadiah utama Rp 500 juta dimenangkan oleh nasabah Bank Sumsel Babel. Sementara empat hadiah Rp 100 juta masing-masing diraih dua nasabah Bank Jatim, satu nasabah Bank Sumsel Babel, dan satu nasabah Bank Jateng dari Purwodadi. Undian berikutnya dijadwalkan berlangsung di Bengkulu pada Agustus 2026 dengan tuan rumah Bank Bengkulu.

Petugas menata tumpukan uang. – (ANTARA/Aditya Pradana Putra)
Strategi BPD dalam Menghadapi Perubahan Industri
Di tengah menurunnya dana transfer ke daerah, peran BPD dinilai semakin strategis. Dana pihak ketiga yang dihimpun melalui Simpeda menjadi sumber pembiayaan yang penting bagi pembangunan daerah. Karena itu, kolaborasi antar-BPD dan penguatan produk dinilai krusial agar tetap kompetitif di tengah perubahan industri.
Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, Agus H Widodo, menegaskan bahwa BPD harus bertransformasi dari sekadar pengelola kas daerah menjadi motor intermediasi keuangan. “BPD tidak boleh lagi hanya menjadi tempat parkir dana pemerintah daerah. BPD harus naik kelas,” tegasnya.
Ia menilai, dalam situasi fiskal yang menyempit, BPD perlu aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dan proyek strategis daerah. Dengan kedekatan pada pemerintah daerah serta pemahaman ekonomi lokal, BPD memiliki posisi strategis untuk menjaga perputaran ekonomi. “Apakah pembangunan daerah akan terus bergantung pada kapasitas fiskal semata, atau kita mulai membangun kekuatan baru melalui intermediasi keuangan yang lebih aktif?” katanya.

