Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu yang Terlalu Lama Tertunda
Jalan Tembus Pasar Minggu adalah salah satu proyek infrastruktur yang seharusnya menjadi solusi bagi kemacetan di kawasan Jakarta Selatan. Namun, hingga saat ini, proyek ini masih terkatung-katung tanpa tanda-tanda akan segera rampung. Jalan tembus sepanjang dua kilometer ini bahkan sudah dikerjakan sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga saat ini, tetapi tidak ada perubahan signifikan.
Proyek ini awalnya dimulai dengan penggusuran beberapa bangunan di dekat Pertigaan Volvo, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu. Saat awal pengerjaan, tampaknya tidak ada kendala berarti. Beberapa rumah pun dibongkar. Sayangnya, proses pengerjaan justru sangat lambat dan tidak menunjukkan perkembangan yang nyata. Seperti keong yang berjalan pelan, proyek ini terlihat tidak terurus. Ada bagian jalan yang sudah dilebarkan, namun di bagian lain masih ada bangunan yang belum dibebaskan.
Di sepanjang jalan setapak dekat Stasiun Pasar Minggu, perumahan masih berjejer lengkap. Tidak ada satupun yang dibebaskan, meskipun beberapa telah dikosongkan. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diselesaikan.
Manfaat dari Jalan Tembus Pasar Minggu sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama para pengendara kendaraan. Jika proyek ini selesai, pengguna jalan dari arah Kalibata tidak perlu lagi melewati Pertigaan Volvo jika ingin menuju ke Tanjung Barat, Lenteng Agung, atau Kota Depok. Saat ini, pertigaan tersebut sering mengalami kemacetan karena intensitas perjalanan KRL Commuter Line yang tinggi. Palang pintu sering ditutup sebelum mobil bisa bergerak, dan perlintasan sebidang juga licin setelah hujan, sehingga memperparah kemacetan.
Proyek ini juga memiliki potensi besar dalam mendukung mobilitas warga. Jika selesai, tidak hanya warga sekitar yang akan merasakan manfaatnya, tetapi juga pegawai institusi negara seperti Markas BIN yang berada di dekat lokasi proyek. Oleh karena itu, Gubernur DKI Pramono Anung Wibowo memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan proyek ini.
Selama dua tahun terakhir, tidak ada kabar sama sekali tentang proyek Jalan Tembus Pasar Minggu. Satu-satunya informasi yang didapat adalah ketika warga yang rumahnya terkena proyek diundang oleh Kecamatan Pasar Minggu untuk audiensi dan penjelasan proyek dengan ganti untung. Namun, realitanya, tidak ada pembangunan sama sekali.
Untuk itu, penulis berharap agar Gubernur Pramono dapat segera menyelesaikan pekerjaan rumah dari gubernur-gubernur sebelumnya. Dinas Bina Marga DKI bisa diberi tugas untuk secepatnya melanjutkan pengerjaan proyek ini. Selain itu, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo juga bisa memimpin pengerjaan proyek ini dengan melibatkan Camat Pasar Minggu dan Lurah Pejaten Timur untuk mengawal proyek hingga tuntas.
Semoga, proyek yang berada tepat di sisi rel ini bisa segera terkoneksi dan membantu mengurangi kemacetan pengendara dari arah Kalibata dan Pasar Minggu menuju Lenteng Agung dan Depok.






