SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mencetak lulusan berdaya saing internasional. Salah satu wisudawannya, Maulidiya, berhasil menembus dunia kerja global dengan berkarier sebagai tenaga kesehatan di Dr. Sulaiman Al Habib Hospital, Sahafa, Riyadh, Arab Saudi.
Bagi Maulidiya, momen wisuda kali ini memiliki makna tersendiri. Ia seharusnya mengikuti wisuda pada September 2025, namun saat itu tengah menjalani pekerjaan di Arab Saudi. Kesempatan mengikuti prosesi wisuda baru terwujud tahun ini, bertepatan dengan masa cutinya.
Perempuan kelahiran Pamekasan, 15 September 2001 tersebut merupakan anak tunggal dari pasangan Nasihah dan Sayuti. Ketertarikannya pada dunia kebidanan tumbuh dari dorongan keluarga serta keinginan kuat untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.
“Orang tua dan keluarga menjadi motivasi utama saya. Saya ingin bisa berkontribusi di bidang kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, (22/04/26) Rabu.
Perjalanan karier Maulidiya terbilang cepat. Ia mengikuti proses seleksi mulai dari tahap administrasi hingga wawancara langsung dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi. Hanya dalam waktu sekitar dua bulan sejak wawancara, ia resmi diberangkatkan untuk bekerja.
“Sambil menunggu keberangkatan, saya juga meningkatkan kemampuan bahasa secara mandiri,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut menjadi momen penuh haru. Karier pertamanya langsung dimulai di luar negeri, sebuah pencapaian yang menurutnya merupakan hasil dari kerja keras dan doa.
Selama bekerja, Maulidiya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan standar operasional, penggunaan teknologi yang lebih maju, hingga budaya kerja yang menuntut kedisiplinan tinggi. Meski demikian, ia menjadikan hal tersebut sebagai proses pembelajaran.
“Perbedaan ini justru menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan beradaptasi,” jelasnya.
Ia juga mengakui sempat menghadapi tantangan emosional sebagai anak tunggal yang harus jauh dari keluarga. Namun, komunikasi yang intens serta mengingat tujuan awal menjadi kunci untuk tetap bertahan.
Lingkungan kerja multinasional turut memperkaya pengalamannya, terutama dalam membangun komunikasi lintas budaya dengan pasien dari berbagai negara.
Saat ini, Maulidiya telah menyelesaikan kontrak kerja pertamanya pada periode 2023–2025 dan melanjutkan kontrak kedua selama dua tahun ke depan.
Keberhasilan Maulidiya mencerminkan capaian lebih luas dari Unusa. Hingga kini, alumni kampus tersebut telah banyak berkiprah di kancah global, tersebar di berbagai negara seperti Arab Saudi, Jepang, dan Taiwan, tidak hanya dari bidang kesehatan tetapi juga lintas program studi.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren lulusan yang bekerja di luar negeri terus meningkat, seiring penguatan kompetensi, pelatihan bahasa, serta kesiapan kerja global yang dikembangkan kampus. Bahkan, Program Studi Keperawatan Unusa kini telah membuka kelas internasional.
Capaian ini juga sejalan dengan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan berkualitas, serta penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Sebaran alumni di berbagai negara turut memperkuat posisi Unusa dalam pemeringkatan global, termasuk indikator kontribusi terhadap kesehatan masyarakat, kualitas pendidikan, serta daya saing lulusan.
Maulidiya pun membagikan pesan bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan yang ingin mengikuti jejaknya.
“Jangan ragu untuk memulai. Persiapkan diri dengan baik, baik dari segi ilmu, keterampilan, maupun bahasa. Kesempatan bekerja di luar negeri terbuka lebar bagi yang mau berusaha,” pesannya.
Ia menambahkan, pengalaman global menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi pengembangan diri.
“Bekerja di dalam negeri memang impian, tetapi memiliki pengalaman di belahan dunia lain juga menjadi pelajaran yang sangat berarti,” tutupnya.






