Viral di Menu MBG, Belatung Ditemukan, Ini Tindakan BGN

Penemuan Belatung di Menu Makanan Siswa, Dapur SPPG Sawagumu Ditutup

Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawagumu di Kota Sorong. Menu makanan yang diberikan kepada siswa ternyata mengandung belatung, yang membuat kejadian ini menjadi viral di media sosial. Bahkan, penemuan tersebut tidak hanya sekali, tetapi terjadi dua kali dalam jangka waktu yang berdekatan.

Kejadian ini pertama kali diketahui melalui laporan dari pihak sekolah. Guru-guru menyampaikan informasi bahwa siswa menerima menu ikan yang masih mengandung beberapa ulat hidup. Narasi ini kemudian menyebar luas melalui WhatsApp dan menjadi perhatian publik.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dapur SPPG Sawagumu ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan dan distribusi makanan. Hal ini dilakukan setelah adanya temuan belatung pada menu ikan yang dibagikan kepada siswa selama dua hari berturut-turut.

Proses Investigasi dan Tindakan Lanjutan

Kepala SPPG beserta tim ahli gizi, akuntan, SPPI, dan asisten lapangan langsung mendatangi lokasi untuk mengecek seluruh ompreng dan berkoordinasi dengan guru. Dari keterangan guru, disebutkan bahwa ulat ditemukan pada salah satu ompreng siswa selama dua hari berturut-turut, yakni pada 21 April 2026.

Pada saat itu, menu yang disajikan berbeda, yaitu berupa ikan goreng. Sedangkan ikan kuah kuning dibagikan pada Rabu. Informasi ini juga menjadi bagian dari proses investigasi yang dilakukan oleh tim.

Setelah menerima laporan, tim dari Kareg BGN bersama Korwil BGN melakukan pemeriksaan terhadap sisa makanan di SPPG Kota Sorong, wilayah Sorong Utara, Kelurahan Sawagumu. Mereka mengambil sampel dari dua sekolah berbeda. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya ulat pada sisa makanan siswa.

Namun, dalam inspeksi tersebut, kondisi kebersihan SPPG mendapat sorotan. Tim menemukan banyak lalat berada di dalam lingkungan dapur, yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan.

Langkah yang Diambil oleh Pihak Terkait

Nausrau, Ketua Satgas MBG Papua Barat Daya yang juga Wakil Gubernur Papua Barat Daya, menyampaikan bahwa kejadian ini telah dilaporkan kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan (Dirtauwas) Wilayah 3. Hasilnya, Dirtauwas memerintahkan agar operasional SPPG Sawagumu dihentikan sementara sejak 24 April 2026, guna dievaluasi dan dibenahi fasilitasnya dalam batas waktu yang belum ditentukan.

Selain itu, pada Kamis, 23 April 2026, Dinas Kesehatan Kota Sorong turut melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta kondisi fasilitas di SPPG tersebut. Pihak SPPG juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait temuan tersebut sebagai bagian dari upaya penanganan dan pencegahan ke depan.

Kesimpulan

Insiden penemuan belatung di menu makanan siswa menjadi peringatan penting tentang pentingnya menjaga kebersihan dan standar higienitas dalam penyajian makanan. Penutupan sementara Dapur SPPG Sawagumu menunjukkan komitmen pihak terkait untuk memastikan bahwa semua prosedur pengolahan dan distribusi makanan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *