Renungan Harian Katolik
Senin 20 April 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Mencari Yesus: Tujuan yang Mendalam dan Berarti
Pencarian terhadap Yesus merupakan hal penting dalam kehidupan seorang manusia, terutama dalam konteks iman. Dalam Injil Yohanes, kita membaca bahwa ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di tempatnya dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus (Yoh. 6:25). Ini menunjukkan betapa pentingnya Yesus bagi umat-Nya.
Motivasi seseorang mencari Yesus bisa bervariasi. Ada yang hanya ingin melihat-Nya, menyaksikan mukjizat atau tanda ajaib yang diberikan-Nya, mendapatkan makanan saat lapar, mengikuti-Nya, mempercayai-Nya, atau bahkan hanya mencari pengajaran-Nya. Namun, apakah tujuan utamanya adalah memperoleh berkat sementara atau mencari kebenaran dan kehidupan kekal?
Yesus, sebagai Mesias Anak Allah, mengetahui keinginan setiap orang yang datang kepada-Nya, baik secara pribadi maupun dalam rombongan. Ia memberi pesan yang jelas, “Bekerjalah bukan untuk yang akan dapat binasa, tetapi untuk pekerjaan yang tidak dapat binasa, yaitu bekerja untuk kehendak Allah dan percaya kepada Dia yang diutus Allah” (Yoh. 6:27). Ini menegaskan bahwa tujuan utama pencarian Yesus adalah untuk mencapai kebenaran dan keselamatan kekal.
Kebenaran Ilahi dan Keselamatan Kekal
Kebenaran ilahi sangat penting dalam menghalau dusta dunia. Banyak orang menggunakan tuduhan palsu hanya untuk memenuhi kebutuhan fana yang akhirnya membinasakan jika tidak bertobat. Sebagai contoh, Stefanus, martir perdana, mati dirajam hanya karena tuduhan palsu. Meskipun para pendusta merasa puas dengan tujuan mereka, mereka justru menjebak diri dalam kebinasaan.
Dalam Mazmur 119:29-30, pemazmur berkata, “Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan kurniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.” Ini menunjukkan bahwa kebenaran harus menjadi prioritas dalam hidup manusia.
Stefanus adalah contoh nyata dari seorang yang benar, penuh Roh Kudus, dan hikmat ilahi. Ia melakukan tanda-tanda ajaib di antara orang banyak. Ketika ia diadili dalam sidang Mahkamah Agama, semua orang bersaksi bahwa mereka melihat wajah Stefanus seperti wajah seorang malaikat (Kis. 6:15).
Perjuangan untuk Kebenaran dan Kehidupan Kekal
Para pengikut Tuhan Yesus seperti Stefanus dan kita semua dipanggil untuk memperjuangkan kejujuran dan kebenaran. Seluruh kebenaran Allah terangkum dalam Diri Yesus Kristus, Anak Allah. Dekat dengan Yesus berarti dekat dengan kebenaran dan kehidupan kekal.
Melalui rahmat penebusan, kita diberi keberanian untuk memberi kesaksian tentang kebenaran iman kepada dunia demi pertobatan dan keselamatan kekal. Orang yang dikaruniai kebenaran pasti akan mencari Yesus untuk keselamatannya.
Mencari Yesus bukan sekadar tindakan sementara, tetapi langkah penting untuk memperoleh kebenaran dan kehidupan kekal. Mari kita terus berusaha mendekati-Nya dengan hati yang tulus dan penuh iman. Semoga hari ini menjadi hari yang penuh makna dan berkat bagi kita semua.






