Ancaman Pangan Mengintai, Banyumas Siapkan Cadangan Darurat

Pemerintah Kabupaten Banyumas Siapkan Cadangan Pangan untuk Melindungi Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiagakan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) sebagai upaya melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari potensi kerawanan pangan. Langkah ini dianggap sangat penting mengingat meningkatnya tantangan dalam menjaga ketahanan pangan.

Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyampaikan bahwa CPPD memiliki peran strategis dalam menghadapi kondisi darurat seperti bencana, kerawanan pangan, dan gejolak harga di tingkat lokal. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan CPPD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan di Purwokerto, Kamis.

Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi indikator penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa cadangan pangan bukan sekadar stok, melainkan instrumen penting sebagai penyangga yang bisa dimanfaatkan secara cepat saat masyarakat mengalami kesulitan.

“Keberadaan CPPD memungkinkan pemerintah daerah untuk bergerak cepat dalam memberikan bantuan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim, fluktuasi harga, gangguan distribusi, hingga potensi bencana alam maupun non-alam.

Untuk itu, pengelolaan CPPD harus dilakukan secara profesional, terencana, dan terintegrasi, mencakup proses pengadaan, penyimpanan, hingga penyaluran yang tepat sasaran. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan agar program berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, penguatan data dan sistem informasi kerawanan pangan dinilai penting agar intervensi dapat dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Anggaran dan Distribusi Cadangan Pangan

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banyumas, Sulistiono, mengungkapkan bahwa anggaran CPPD tahun 2026 mencapai Rp478,4 juta dengan cadangan beras sebanyak 36,8 ton.

Dari jumlah tersebut, 30 ton beras dialokasikan untuk penanganan rawan pangan kronis bagi 750 penerima manfaat, masing-masing memperoleh 10 kilogram per bulan selama empat bulan. Sebanyak 6,8 ton lainnya disiapkan untuk penanganan bencana, ditambah 10 ton sisa cadangan tahun 2025 yang akan disalurkan sesuai penetapan status tanggap darurat oleh bupati.

Distribusi cadangan pangan akan difokuskan pada desa-desa prioritas berdasarkan indikator Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Banyumas 2025, jumlah keluarga miskin, serta desa prioritas percepatan penurunan stunting tahun 2026.

Pemerintah berharap langkah ini mampu memastikan distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah.

Strategi Pengelolaan CPPD yang Profesional

Pengelolaan CPPD tidak hanya berfokus pada penyimpanan dan distribusi, tetapi juga pada pengembangan sistem yang terintegrasi. Hal ini mencakup pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran yang terencana agar dapat digunakan secara optimal ketika dibutuhkan.

Keterlibatan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga efektivitas dan akuntabilitas program. Dengan kolaborasi yang baik, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan data dan sistem informasi kerawanan pangan juga menjadi fokus utama. Dengan data yang akurat dan up-to-date, pemerintah dapat merancang intervensi yang tepat sasaran dan responsif terhadap perubahan situasi.

Keberlanjutan dan Tantangan Masa Depan

Tantangan yang dihadapi dalam menjaga ketahanan pangan terus berkembang. Perubahan iklim, fluktuasi harga, gangguan distribusi, serta potensi bencana alam atau non-alam adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan secara serius.

Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu terus memperkuat kapasitas dan kemampuan dalam mengelola CPPD. Dengan pendekatan yang proaktif dan inovatif, diharapkan CPPD dapat menjadi salah satu solusi utama dalam menghadapi ancaman ketahanan pangan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *