Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Babakan Melibatkan Warga Binaan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, yang berada di Kota Tangerang, Banten, telah mengembangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan sejumlah warga binaan. Proses ini dilakukan dengan langkah-langkah yang sangat ketat dan terstruktur.
Proses Seleksi yang Ketat
Keterlibatan warga binaan dalam operasional dapur MBG tidak dilakukan secara asal-asalan. Sebaliknya, setiap individu yang ingin bergabung harus melewati proses seleksi yang sangat teliti. Mulai dari tes psikologi hingga pemeriksaan kesehatan, semua dilakukan untuk memastikan bahwa warga binaan yang diterima layak dan aman untuk bekerja di lingkungan tersebut.
Head Chef SPPG Babakan, Chef Kuming, menjelaskan bahwa proses penyaringan dilakukan secara berlapis. “Mereka ini bukan orang-orang sembarangan. Mereka sudah dites dari psikolog, dari kesehatannya, dan segala macam secara ketat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh warga binaan yang bertugas di dapur pasti dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental. Mereka hanya ditempatkan pada pekerjaan tertentu yang tidak berisiko, seperti mencuci dan membersihkan ompreng. Namun, mereka tidak dilibatkan dalam proses memasak atau menyiapkan makanan, serta tidak diperkenankan memegang benda tajam.
Minat Tinggi Namun Dibatasi oleh Seleksi Lapas
Menurut Chef Kuming, minat warga binaan untuk bekerja di dapur SPPG cukup tinggi. Namun, tidak semua bisa langsung diterima karena harus melalui seleksi tambahan dari pihak lapas. “Banyak dari pihak pembinaan lapas itu yang pengen kerja di sini. Tapi disortir lagi oleh lapas itu sendiri, dari attitude-nya, dari kelayakan dia, mentalnya, dan segala macam, mereka bisa masuk secara ketat,” ujarnya.
Proses seleksi ini juga melibatkan penilaian terhadap sikap dan kelayakan warga binaan. Tujuannya adalah memastikan bahwa mereka dapat bekerja dengan baik dan tidak membawa gangguan kejiwaan atau mental yang berpotensi mengganggu operasional dapur.
Faktor Keamanan dan Pengawasan
Selain aspek kesehatan dan mental, faktor keamanan juga menjadi perhatian utama. Pengawasan dilakukan secara ketat oleh petugas lapas selama aktivitas berlangsung. “Pihak sipir empat sampai lima orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela. Jadi insya Allah aman,” kata Chef Kuming.
Adanya pengawasan intensif ini memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para warga binaan dan staf SPPG. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memastikan bahwa program berjalan lancar tanpa adanya risiko yang tidak diinginkan.
Kolaborasi untuk Pembinaan Sosial
Program MBG ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. Dengan demikian, program ini memberikan manfaat gizi sekaligus membuka ruang rehabilitasi dan pembinaan sosial bagi warga binaan.
Kolaborasi antara SPPG Babakan dan Lapas Kelas 1 Tangerang dalam program ini menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan peluang yang lebih baik bagi warga binaan. Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja yang bermanfaat, serta meningkatkan kesadaran diri dan tanggung jawab sosial.






