Gempa Magnitudo 2,4 Mengguncang Wilayah Barat Daya Lumajang
Pada hari Senin (20/4/2026) pukul 05.09 WIB, wilayah barat daya Lumajang diguncang gempa dengan magnitudo 2,4. Gempa ini terjadi di titik koordinat 9.00 LS, 113.19 BT. Pusat gempa berada sejauh 96 km dari lokasi dan memiliki kedalaman sekitar 81 km.
Gempa bumi yang terjadi pada pagi hari ini telah dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas mengamati dan menganalisis cuaca, iklim, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Informasi terkini tentang gempa dapat ditemukan melalui media sosial resmi BMKG di X @infoBMKG.
Detail Informasi Gempa
Magnitudo gempa yang mencapai angka 2,4 menunjukkan besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa. Energi ini diukur menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Meski gempa tergolong kecil, informasi yang diberikan oleh BMKG tetap penting untuk dipantau karena bisa saja terjadi perubahan dalam data selanjutnya.
Waktu terjadinya gempa adalah sekira pukul 05:09:01 WIB. Lokasi gempa berada di sebelah barat daya Lumajang, yang merupakan salah satu kabupaten di bagian selatan Provinsi Jawa Timur. Jarak antara Lumajang dan Surabaya, ibu kota Jawa Timur, berkisar antara 147 hingga 153 km.
Skala MMI dan Dampak Gempa
BMKG juga memberikan informasi mengenai skala intensitas gempa berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Berikut penjelasannya:
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Kesimpulan
Meskipun gempa dengan magnitudo 2,4 tidak menyebabkan kerusakan signifikan, masyarakat tetap perlu waspada dan memperhatikan informasi terkini dari BMKG. Dengan adanya skala MMI, masyarakat dapat lebih memahami dampak yang mungkin terjadi terhadap lingkungan sekitar.






