Banjir Melanda Wilayah Bogor, Ratusan Rumah Terendam
Banjir yang disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor pada akhir pekan lalu menyebabkan ratusan rumah terendam. Kejadian ini terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Jasinga dan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Wilayah Jasinga Terdampak Banjir
Di Kecamatan Jasinga, banjir melanda dua desa yaitu Desa Barengkok dan Desa Pangaur. Banjir terjadi dalam semalam, Sabtu (18/4/2026), dan berdampak pada pemukiman warga. Di Desa Pangaur, sekitar 30 rumah yang ditempati oleh 40 KK atau sekitar 90 jiwa terendam air. Warga tinggal di dua wilayah RT pada RW 01.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. “Air Kali Cipangaur meluap dan menyebabkan banjir di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ketinggian air bervariasi, dengan pemukiman warga yang berada di bantaran kali mencapai satu hingga dua meter. Sementara itu, pemukiman yang jauh dari bantaran kali memiliki ketinggian air sekitar 50 cm hingga satu meter. Tidak ada kerusakan pada rumah yang terdampak, dan warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.
Di Desa Barengkok, banjir juga merendam puluhan rumah warga Kampung Pariuk. Sebanyak 16 rumah yang ditempati oleh 78 jiwa terkena dampak banjir. “Rumah yang terdampak menyisakan lumpur dan warga secara mandiri membersihkan,” katanya.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan parah dalam insiden ini. Situasi di wilayah terdampak berangsur kondusif, dan banjir sudah surut.
Banjir di Wilayah Cigudeg
Selain Jasinga, banjir juga melanda pemukiman warga di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Dalam kejadian tersebut, rumah-rumah warga pada empat area perkampungan terendam oleh banjir.
Menurut M Adam Hamdani, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/4/2026) malam. Ia menyebut intensitas hujan yang tinggi dalam waktu yang cukup lama menjadi pemicu terjadinya banjir. “Air Kali Cisuda, Kali Cidangdeur dan Kali Cibungur meluap dan berdampak banjir di wilayah tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan hasil kaji cepat, tercatat sebanyak 199 unit rumah terdampak namun tidak menimbulkan kerusakan. Banjir juga berdampak terhadap dua pondok pesantren yang berada di Kampung Lebak Wangi dan Kampung Pasir Sereh.
Jumlah korban terdampak diperkirakan sebanyak 658 jiwa yang terdiri dari 199 KK. Akibat tempat tinggalnya terendam banjir, enam kepala keluarga yang terdiri dari 23 jiwa memilih mengungsi ke tempat ibadah karena kondisinya lebih aman. “Untuk korban yang mengungsi di Masjid Al-Kautsar dikarenakan kondisi rumah penuh dengan lumpur. Banjir sudah berangsur surut,” katanya.






