Uya Kuya Terlibat dalam Kasus Berita Palsu Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Uya Kuya, seorang presenter kondang sekaligus anggota DPR, kini menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Bukan karena aksi sulap atau bincang-bincangnya yang menarik, melainkan karena namanya dicatut dalam informasi palsu terkait program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini membuat Uya merasa kesal dan memutuskan untuk mengambil langkah tegas dengan menyeret kasus ini ke jalur hukum.
Kronologi Pencatutan Nama: Klaim 750 Dapur MBG
Kesalahan informasi bermula dari sebuah unggahan viral di media sosial. Akun Instagram bernama @panglimarakyatkonoha mengunggah narasi yang menyatakan bahwa Uya Kuya memiliki 750 dapur dalam program MBG. Unggahan tersebut dilengkapi dengan kutipan palsu yang seolah-olah berasal dari mulut sang artis. Dalam unggahan itu, Uya seakan-akan memberikan pernyataan filosofis tentang investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas. Namun, ternyata hal tersebut hanya karangan belaka yang sukses memicu gelombang hujatan dari netizen yang termakan isu tersebut.
Langkah Hukum di Polda Metro Jaya
Tidak butuh waktu lama bagi Uya untuk bereaksi. Pada 18 April 2026, ia resmi melayangkan laporan ke SPKT Polda Metro Jaya. Laporan dengan nomor LP/B/2746/IV/SPKT/Polda Metro Jaya ini menjadi bukti keseriusannya dalam memerangi berita bohong. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan tersebut dan tengah mendalami dugaan penyebaran informasi palsu yang merugikan nama baik pelapor.
“Iya benar, Uya Kuya sudah membuat laporan polisi terkait hoaks tersebut,” ujar Budi saat memberikan keterangan resmi.
Reaksi Keras di Kolom Komentar
Sebelum menempuh jalur hukum, Uya sebenarnya sudah sempat memberikan peringatan langsung di akun penyebar hoaks tersebut. Dengan nada geram, ia membantah keras narasi yang dibangun oleh akun itu. “Masih Jaman bikin berita HOAX bos??” tulis Uya di kolom komentar. Ia juga menegaskan, “HOAX dan FITNAH nih !!”
Dukungan pun mengalir dari sang istri, Astrid Kuya. Melalui unggahan di Instagram Story, Astrid membagikan momen saat berada di Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya. Ia memberikan pesan singkat namun menohok bagi sang pembuat konten palsu agar bersiap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Tindakan Lanjutan dan Penanganan Kasus
Kini, kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian untuk menelusuri motif di balik penyebaran berita bohong yang menyeret nama anggota legislatif tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari siapa saja yang terlibat dalam penyebaran informasi palsu tersebut.
Tanggapan dari Masyarakat
Netizen yang mengetahui kasus ini juga memberikan respons yang beragam. Banyak dari mereka yang mendukung langkah Uya dalam menuntut keadilan. Mereka menilai bahwa penyebaran informasi palsu dapat merusak reputasi seseorang dan menimbulkan kerugian besar. Sebaliknya, ada juga yang mengkritik cara penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab dan tidak memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat.
Pentingnya Menjaga Kepercayaan Publik
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang disebarkan. Dalam era digital seperti sekarang, informasi bisa menyebar dengan cepat, sehingga sangat penting untuk selalu memverifikasi kebenaran berita sebelum menyebarkannya. Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas informasi yang mereka bagikan.






