Taufiq Ismail Hadir di Banda Aceh, Buka “Puitika Tanah Rencong”

Kehadiran Taufiq Ismail di Banda Aceh

Sastrawan besar Indonesia, Taufiq Ismail bersama istrinya, Ati Ismail, tiba di Banda Aceh pada Sabtu (25/4/2026), dalam rangka menghadiri kegiatan sastra bertajuk “Puitika Tanah Rencong.” Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah. Kehadiran Taufiq Ismail menjadi momen penting bagi masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, dalam memperkuat hubungan antara sastra dan komunitas.

Pada Senin (27/4/2026), Taufiq Ismail akan tampil dalam acara Puitika Tanah Rencong yang berlangsung di kawasan Gunongan. Selain itu, ia juga akan bertemu dan berdialog dengan siswa di SMA Fajar Harapan. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan sastra kepada generasi muda, sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya literasi.

Ziarah dan Perjalanan Malam

Beberapa saat setelah tiba di Banda Aceh, Taufiq Ismail dan Ati Ismail melakukan ziarah ke makam sastrawan Aceh, Ali Hasjmy. Ziarah ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang penuh makna. Malam hari, mereka diantar oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, serta penyair Fikar W Eda dan Devie Matahari. Mereka menikmati suasana malam Kota Banda Aceh sambil berdiskusi santai di Mordeen Coffee Beurawe.

Murthalamuddin menjelaskan beberapa bagian penting dari Banda Aceh. Saat perjalanan, ia menyetir mobil sementara Taufiq Ismail duduk di sampingnya. Percakapan malam itu tidak hanya membahas sastra, tetapi juga memperkaya wawasan tentang budaya dan sejarah Aceh.

Kedekatan Ati Ismail dengan Aceh

Dalam suasana akrab tersebut, Ati Ismail yang akrab disapa Bu Ati banyak berbagi kisah tentang kedekatannya dengan Aceh. Ia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki ikatan emosional mendalam setelah diangkat sebagai anak oleh Ali Hasjmy. Kunjungan kali ini juga dimanfaatkannya untuk berziarah dan bersilaturahmi dengan keluarga di Aceh.

Percakapan malam itu juga mengalir pada kenangan sejarah sastra. Ati Ismail mengisahkan kembali momen pertemuan sastrawan ASEAN di Jabal Ghafur pada tahun 1986, yang menghadirkan tokoh-tokoh besar seperti:

  • Mochtar Lubis
  • Abdul Hadi WM
  • Sutardji Calzoum Bachri

Dari Aceh, hadir pula nama-nama penting seperti:

  • Maskirbi
  • Hasyim KS
  • LK Ara
  • Hasbullah M Saad

Rekam Jejak Taufiq Ismail dengan Aceh

Taufiq Ismail sendiri memiliki rekam jejak panjang dengan Aceh. Dari Jabal Ghabur, rombongan sastrawan ini melanjutkan perjalanan ke Takengon dan membacakan puisi dihadapan ratusan siswa dan masyarakat di halaman depan Kantor Bupati Aceh Tengah.

Selanjutnya, ia kembali hadir pada 2001 dalam program Siswa Bertanya Sastrawan Menjawab di SMA Modal Bangsa bersama tokoh-tokoh seperti:

  • WS Rendra
  • Emha Ainun Nadjib
  • Helvy Tiana Rosa

Bahkan pascatsunami Aceh, ia aktif bolak-balik membawa bantuan kemanusiaan serta membacakan puisi di Masjid Raya Baiturrahman. Dalam berbagai momentum bencana, termasuk banjir, kepeduliannya terhadap Aceh terus berlanjut.

Revitalisasi Perpustakaan Sekolah

Dalam pertemuan tersebut, Murthalamuddin turut menyinggung program revitalisasi perpustakaan sekolah di Aceh. Ia menilai minat baca siswa dan guru perlu didorong dengan menghadirkan buku-buku yang lebih beragam dan menarik, termasuk sastra dan fiksi.

“Selama ini rak perpustakaan terlalu didominasi buku-buku serius. Kita perlu menghadirkan bacaan yang membuat orang betah dan ingin kembali ke perpustakaan,” ujarnya.

Kehangatan dan Refleksi

Suasana malam itu penuh kehangatan dan refleksi. Di tengah percakapan tentang sastra, sejarah, dan masa depan literasi, terselip kebanggaan yang tulus dari Taufiq Ismail dan Ati Ismail terhadap Aceh, sebuah daerah yang mereka anggap sebagai bagian dari diri mereka sendiri.

Menjelang kembali ke hotel, Murthalamuddin sempat meminta tanda tangan Taufiq Ismail dan Ati Ismail pada halaman puisi yang dihadiahkan kepadanya. Momen sederhana itu berlangsung di dalam mobil, dengan alas dinding kendaraan menjadi penutup hangat dari sebuah malam yang penuh makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *