Kegiatan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing di Aceh Tengah
Sebanyak 14 anak di Kabupaten Aceh Tengah menjalani operasi bibir sumbing dalam kegiatan bakti sosial yang berlangsung di RSUD Datu Beru Takengon, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan M SP. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, khususnya bagi anak-anak dengan kondisi bibir sumbing.
Bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit (cleft palate) tersebut merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui RSUD Datu Beru yang digelar setiap tahun, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Tengah. Dalam sambutannya, Muchsin Hasan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan senyum anak-anak pasien bibir sumbing.
“Ini merupakan program pemerintah untuk mengembalikan senyum anak-anak pasien bibir sumbing. Kita ingin mereka bisa tumbuh percaya diri dan memiliki masa depan yang sama seperti anak-anak lainnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pemerintah akan terus berikhtiar meningkatkan pelayanan medis di RSUD Datu Beru, termasuk melalui kegiatan bakti sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu. Direktur RSUD Datu Beru, dr Gusnarwin, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 16 pasien mendaftar untuk mengikuti operasi, termasuk dua pasien dari Kabupaten Bener Meriah.
“Saat ini ada 16 pasien yang terdaftar. Beberapa di antaranya sudah menjalani operasi tahap kedua atau ketiga, bahkan ada yang sudah memasuki tahap akhir atau finishing,” jelasnya.
Kegiatan bertema “Takengon Tersenyum Mampat Belangi” ini menghadirkan tim medis bedah plastik yang membantu kelancaran operasi, serta didukung oleh Yayasan Smile Train Aceh. Ketua Yayasan Smile Train Aceh, Rahmad Maulizar, mengaku senang dapat kembali berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan di Aceh Tengah.
Menurutnya, kehadiran tim medis langsung ke daerah sangat membantu masyarakat. “Kalau harus ke Banda Aceh, biaya transportasi dan kebutuhan hidup cukup besar. Dengan kita hadir langsung di daerah, ini sangat membantu keluarga pasien, baik untuk operasi tahap pertama, kedua, maupun perbaikan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota lain di Aceh agar semakin banyak anak-anak yang mendapatkan akses layanan operasi bibir sumbing.
Peran Penting Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Kualitas Layanan
Selain itu, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan di RSUD Datu Beru agar pasien dan keluarga merasa nyaman selama menjalani pengobatan. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran RSUD Datu Beru serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran RSUD Datu Beru yang telah melaksanakan kegiatan sosial ini. Semoga dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tutupnya.






