Prestasi Spektronics ITS di Kompetisi Internasional
Tim riset Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang dalam kompetisi internasional The 17th Malaysia Chem E-Car Competition 2026. Dalam ajang ini, tim berhasil meraih dua penghargaan berbeda, yaitu 2nd Runner Up untuk kategori Poster dan gelar 5th Winner untuk kategori Performa Mobil.
Mobil yang dibawa oleh tim bernama Dodit ini menjadi bukti keunggulan dalam pengembangan teknologi kimia. Tim ini telah menghabiskan lima bulan terakhir untuk mempersiapkan prototipe mobil tersebut. Manager Non-Technical Tim Riset Spektronics ITS, Nayla Muli Fathia, mengungkapkan rasa bangga atas capaian yang diraih. Ia menyatakan bahwa prestasi ini melebihi ekspektasi awal.
“Kami cukup puas karena berhasil memborong dua penghargaan yang melebihi ekspektasi,” ujar Nayla dengan penuh semangat. Mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS angkatan 2024 ini menjelaskan bahwa mobil Dodit generasi Spektronics 32 memiliki keseimbangan performa dan ketahanan yang baik.
Fitur Unggulan Mobil Dodit
Mobil Dodit dilengkapi dengan torque gear khusus serta struktur kuat yang mampu menjaga stabilitas di berbagai kondisi lintasan. Selain itu, desainnya sangat tangguh dan solid, sehingga mampu menjaga stabilitas serta beradaptasi dengan perubahan kondisi lintasan secara cepat.
Nayla juga mengakui bahwa proses pencapaian juara tidak mudah. Tantangan utama adalah perbedaan sistem penilaian di setiap tahap serta kebutuhan kalibrasi ulang mobil langsung di lokasi perlombaan. Untuk menghadapi hal ini, Tim Riset Spektronics menerapkan SOP ketat dan keputusan berbasis data. Langkah ini membantu menjaga kestabilan sistem dan memastikan mobil kembali optimal dalam waktu singkat.
Konsistensi Inovasi dan Tujuan SDGs
Inovasi mobil Dodit ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam bidang teknologi, tetapi juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, SDGs poin 9 tentang industri dan inovasi melalui teknologi kimia efisien. Selain itu, mobil ini juga sejalan dengan SDGs poin 12 karena menghasilkan limbah kimia yang lebih minim.
Keberhasilan ini tidak hanya berkat usaha individu, tetapi juga hasil kerja keras dari tim lintas jurusan ITS. Di antaranya adalah Rifki Zauhar, Davlin Karnadi, dan Stanley Hendrata yang berasal dari Departemen Teknik Kimia ITS. Kemudian Khonuri Salsabilla dari Departemen Teknik Kimia Industri ITS, Ilham Zain Muttaqin dari Departemen Teknik Instrumentasi ITS, dan Audy Febi Narendra dari Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS.
Bimbingan dan Harapan Masa Depan
Tim ini dibimbing langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS, Prof. Juwari. Ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya dan dedikasi yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim.
“Semoga ITS terus menjadi kampus pendorong lahirnya inovasi baru sebagai Home of Champions,” tutup Nayla dengan harapan besar. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti lainnya untuk terus berkarya dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.





