Penyebaran Leptospirosis di Balangan Mengkhawatirkan
Bakteri leptospira yang biasanya ditemukan dalam kencing tikus mulai menyebar dan menjadi perhatian serius. Sejak Rabu (22/4) siang, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan bekerja sama dengan Puskesmas Tebing Tinggi mendatangi Desa Kambiyain, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. Tujuan mereka adalah memasang jebakan tikus sebagai langkah pencegahan.
Kedatangan tim ini dilakukan setelah ditemukannya satu kasus leptospirosis pada salah satu warga di Desa Kambiyain. Sebanyak 25 rumah di sekitar tempat tinggal pasien menjadi fokus penanganan. Menurut data dari Dinkes Kalsel, kasus penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus ini mengalami peningkatan signifikan.
Pada tahun 2024, hanya satu kasus yang tercatat. Namun hingga bulan Juni 2025, jumlah kasus sudah meningkat menjadi empat orang. Bahkan, satu korban asal Balangan meninggal dunia. Sementara itu, tiga lainnya berhasil sembuh setelah mendapatkan penanganan medis.
Leptospirosis adalah penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Bakteri ini bisa menempel pada berbagai media seperti makanan, tanah, atau benda-benda lainnya. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Angka Kasus di Berbagai Wilayah
Menurut catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah kasus suspek leptospirosis tertinggi di Indonesia. Data per 4 Juli 2025 atau pekan ke-26 mencatat sebanyak 859 kasus suspek di wilayah tersebut. Diikuti oleh Yogyakarta dengan 620 kasus, Jawa Timur 409 kasus, Jawa Barat 160 kasus, dan Banten 124 kasus.
Di Kabupaten Balangan sendiri, data Dinkes Balangan menunjukkan bahwa pada tahun 2025 lalu, ada satu korban meninggal dunia akibat leptospirosis. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Faktor Risiko dan Pencegahan
Gejala leptospirosis umumnya mirip dengan sakit biasa, sehingga sering kali diabaikan. Penyakit ini rentan menyerang orang-orang yang tinggal atau beraktivitas di wilayah rawan banjir dan genangan air. Selain itu, orang yang sering berada di sungai, danau, atau kubangan sawah tanpa alas kaki juga berisiko tinggi terkena infeksi.
Tidak hanya itu, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi bakteri leptospira juga menjadi faktor risiko. Oleh karena itu, pencegahan menjadi hal penting untuk menghindari penyebaran penyakit ini.
Langkah-Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan
Untuk mencegah penularan leptospirosis, masyarakat perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Terutama ketika baru saja beraktivitas di area yang tergenang air atau banjir. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Cuci tangan dan kaki secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir.
- Gunakan sepatu karet dan sarung tangan karet saat beraktivitas di daerah rawan.
- Hindari bermain atau bekerja di genangan air yang tidak bersih.
- Bersihkan lingkungan sekitar rumah secara teratur untuk mengurangi populasi tikus.
- Jika ada gejala seperti demam, nyeri otot, atau muntah, segera konsultasikan ke dokter.
Dengan kesadaran dan tindakan preventif yang tepat, masyarakat bisa melindungi diri dan keluarga dari ancaman penyakit leptospirosis.




