JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengumumkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh yang berangkat dan tiba di Jakarta, khususnya melalui Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Keputusan ini diambil sebagai dampak dari kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4) malam.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menjelaskan bahwa beberapa kereta api telah dibatalkan. Berikut daftar KA yang batal berangkat dari Stasiun Gambir:
- KA 58F-59F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
- KA 138 Parahyangan (Gambir – Bandung)
- KA 20A Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang)
- KA 2B Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi)
Sementara itu, KA yang menuju Stasiun Gambir juga dibatalkan, antara lain:
- KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir)
- KA 56F-53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
- KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)
- KA 61B Manahan (Solo Balapan – Gambir)
- KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasar Turi – Gambir)
- KA 137 Parahyangan (Bandung – Gambir)
- KA 21A Argo Muria (Semarang Tawang – Gambir)
- KA 3B Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi – Gambir)
Untuk KA yang menuju Pasar Senen, berikut daftarnya:
- KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasar Senen)
- KA 75B Mataram (Solo Balapan – Pasar Senen)
- KA 163 Gumarang (Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen)
- KA 149 Singasari (Blitar – Pasar Senen)
- KA 94-91 Jayabaya (Malang – Pasar Senen)
- KA 257 Progo (Lempuyangan – Pasar Senen)
- KA 175 Menoreh (Semarang Tawang – Pasar Senen)
Franoto menegaskan bahwa bagi penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan hingga 7 hari ke depan, KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen di luar bea pesan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengimbau pelanggan untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi KAI serta mempertimbangkan kembali jadwal perjalanannya.
KAI memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama, serta terus berupaya agar operasional perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya.
Sebelumnya, terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB. Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian, yang berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak enam orang meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
“Penumpang KRL tercatat 6 orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan resmi diterima di Jakarta, Selasa pagi.






