CIREBON – Beberapa perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengalami gangguan akibat insiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Gangguan ini menyebabkan keterlambatan dan pembatalan sejumlah perjalanan kereta jarak jauh yang melintasi jalur tersebut.
Manajer Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang dialami. Ia menjelaskan bahwa gangguan operasional tidak bisa dihindari karena proses evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian masih berlangsung.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dialami. Saat ini petugas di lapangan masih fokus melakukan evakuasi dengan mengutamakan keselamatan semua pihak,” ujar Muhibbuddin, Selasa (28/4/2026).
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya enam perjalanan kereta api tujuan Jakarta yang melintasi wilayah Daop 3 Cirebon mengalami keterlambatan antara 10 hingga 30 menit. Selain itu, sejumlah perjalanan kereta jarak jauh juga terpaksa dibatalkan, baik pada keberangkatan Senin malam maupun Selasa.
Pada Senin malam, terdapat 10 perjalanan kereta yang dibatalkan, di antaranya:
- KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon
- KA Argo Muria relasi Gambir–Semarang Tawang
- KA Gumarang relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi
Sementara pada Selasa, tercatat 13 perjalanan kereta lainnya juga dibatalkan, termasuk:
- KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasar Senen
- KA Argo Sindoro relasi Semarang Tawang–Gambir
- KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen
Muhibbuddin menjelaskan, pembatalan dan keterlambatan tersebut merupakan dampak langsung dari terganggunya jalur operasional akibat kecelakaan di wilayah Daop 1 Jakarta. Hingga kini, proses penanganan masih terus dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, insiden tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 79 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Petugas juga terus memastikan keamanan dan keselamatan penumpang lainnya yang terdampak gangguan perjalanan.
Muhibbuddin menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat pemulihan jalur dan meminimalkan dampak gangguan terhadap perjalanan kereta api, khususnya di wilayah Daop 3 Cirebon.
“Kami akan terus memberikan pembaruan informasi kepada pelanggan terkait perkembangan situasi di lapangan,” katanya.






