News  

Lihat KRL Maut di Bekasi, Rangkaian Gerbong Dipotong Besi

Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

Pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, terjadi kecelakaan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir – Surabaya Pasar Turi dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST). Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan banyak penumpang yang terjepit dalam rangkaian gerbong KRL.

Hingga Selasa pagi, masih ada tiga penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong tersebut. Proses penyelamatan dilakukan oleh tim SAR gabungan yang bekerja secara berkelanjutan untuk memastikan keselamatan para korban.

Proses Penyelamatan yang Rumit

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa tim SAR menggunakan alat ekstrikasi berat untuk memotong bagian-bagian rangkaian KRL yang menahan tubuh korban. Ia menyatakan bahwa proses evakuasi dilakukan secara simultan dengan penanganan medis di lokasi kejadian agar kondisi fisik korban tetap stabil selama penyelamatan.

“Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan,” ujar dia.

Dia menambahkan bahwa tim SAR harus sangat hati-hati karena ruang gerbong KRL sempit. Sebagian dari kepala KA Argo Bromo Anggrek masuk ke dalam gerbong KRL, sehingga hanya bisa memuat maksimal 25 petugas SAR termasuk tenaga medis.

Evakuasi Korban yang Berlangsung Terus-Menerus

Tim SAR dari lokasi kejadian melaporkan bahwa hingga Selasa pukul 05.11 WIB, masih ada tiga dari tujuh orang penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8 yang merupakan gerbong khusus wanita.

Dari ketiga korban tersebut, tiga orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Salah satunya adalah seorang perempuan berinisial S (26 tahun), yang langsung dibawa ke RSUD Bekasi untuk tindakan medis.

Sementara itu, total korban meninggal dunia saat ini tercatat sebanyak lima orang. Selain evakuasi korban, tim SAR juga melakukan pencarian ke seluruh sudut gerbong KRL untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Pengelolaan Barang Milik Penumpang

Seluruh barang milik penumpang yang ditemukan akan dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Proses evakuasi penumpang terus diperbaharui setiap dua jam sekali.

Direktur PT. KAI Bobby Rasydin, yang mendampingi Menteri Perhubungan Dudhy Purwaghandy dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii, mengatakan bahwa perkembangan proses evakuasi akan terus diupdate kepada publik.

Kesimpulan

Peristiwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menjadi perhatian besar bagi masyarakat dan pihak berwenang. Proses penyelamatan yang rumit dan berlangsung terus-menerus menunjukkan komitmen penuh dari tim SAR dalam menyelamatkan nyawa korban. Dengan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, harapan besar terus diupayakan agar semua korban dapat diselamatkan dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *