seni  

Pameran Salam Maria: Keramik sebagai Cerminan Iman

Pameran Seni “Salam Maria Penuh Rahmat” Menghadirkan Refleksi Spiritual

Pameran tunggal bertajuk “Salam Maria Penuh Rahmat” karya F. Widayanto yang digelar di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, sejak 28 April hingga 3 Mei 2026, menawarkan pengalaman seni yang tidak hanya visual tetapi juga mengundang perenungan mendalam. Melalui patung keramik yang dibuat dengan penuh makna, pameran ini menyajikan refleksi spiritual tentang sosok Bunda Maria sebagai simbol keteguhan, cinta, dan pengorbanan.

Inspirasi utama dari pameran ini berasal dari doa Salam Maria yang menjadi bagian penting dalam tradisi Katolik. Bagi Widayanto, perjalanan hidup Maria—dari kelahiran hingga penderitaan di bawah salib—menjadi sumber kontemplasi mendalam. Emosi seperti ketenangan, kesedihan, hingga kepasrahan dituangkan dalam bentuk patung yang sarat makna.

Pameran ini menampilkan puluhan karya dengan nilai artistik dan ekonomi tinggi. Beberapa di antaranya bahkan dibanderol hingga ratusan juta rupiah, seperti karya “Nelangsa” yang mencapai sekitar Rp500 juta, serta “Berkah Bumi” dan “Bundo Kanduang” di kisaran Rp350 juta. Karya lain seperti “Heavenly Queen”, “Ibu Segala Kasih”, hingga “Sanctuary of Silence” turut memperkaya pameran dengan harga antara Rp150 juta hingga Rp175 juta. Setiap karya tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga membawa pesan spiritual yang kuat.

Jejak Panjang Pelopor Seni Keramik

F. Widayanto, lulusan Institut Teknologi Bandung, telah lama dikenal sebagai pelopor seni keramik modern di Indonesia. Karier seniman ini dimulai sejak mendirikan Marryan’s Clay Work di Bogor pada 1983, lalu mengembangkan studio di Tapos pada 1991. Sejak itu, Widayanto konsisten menggelar pameran tunggal setiap dua hingga tiga tahun, sekaligus mengeksplorasi berbagai medium, termasuk gambar charcoal.

Seni yang Mengajak Berhenti Sejenak

Tidak hanya sebagai pameran, pengunjung juga diajak berinteraksi langsung melalui workshop Fun with Clay yang digelar pada 2 Mei 2026. Kegiatan ini membuka ruang bagi publik untuk mengenal teknik dasar seni keramik sekaligus merasakan proses kreatif secara langsung.

Lebih dari sekadar pameran, “Salam Maria Penuh Rahmat” menjadi ruang perjumpaan antara seni, iman, dan budaya. Melalui karya-karyanya, Widayanto mengajak publik untuk berhenti sejenak, merenungkan makna hidup, serta melihat perjalanan manusia dari sudut pandang yang lebih dalam.

Karya-Karya yang Menarik Perhatian

Beberapa karya yang dipamerkan memiliki nilai seni yang sangat tinggi dan mampu menarik minat kolektor. Selain karya-karya yang disebutkan sebelumnya, ada juga karya-karya lain yang menunjukkan keahlian Widayanto dalam menggabungkan estetika dengan pesan spiritual. Setiap patung keramik yang diciptakan tidak hanya indah secara visual tetapi juga mengandung makna yang dalam.

  • Nelangsa – Dibanderol sekitar Rp500 juta
  • Berkah Bumi – Harga sekitar Rp350 juta
  • Bundo Kanduang – Harga sekitar Rp350 juta
  • Heavenly Queen – Harga sekitar Rp150 juta
  • Ibu Segala Kasih – Harga sekitar Rp150 juta
  • Sanctuary of Silence – Harga sekitar Rp175 juta

Setiap karya ini menunjukkan bahwa seni keramik bukan hanya sekadar bentuk seni, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual yang dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *