seni  

Hermès Perkenalkan Jam Tangan di Panggung Teater

Pendekatan Unik Hermès dalam Membuat Pengalaman Waktu di Watches and Wonders Geneva 2026

Di ajang Watches and Wonders Geneva 2026, Hermès menawarkan pendekatan yang berbeda dalam memaknai waktu. Tidak lagi sekadar alat ukur, waktu ditampilkan sebagai sebuah pengalaman hidup melalui instalasi karya Jean-Simon Roch.

Instalasi ini menggabungkan mekanisme jam dan elemen teater, menjadikan gerakan sebagai bagian dari narasi yang terus berubah. Struktur yang dirancang menyerupai panggung teater sekaligus mesin bergerak menciptakan hubungan antara bagian luar dan dalam. Kayu dengan lapisan transparan memperlihatkan sistem di dalamnya, memberikan pandangan penuh tentang cara kerjanya.

Tali, katrol, dan roda bergerak secara berulang, menciptakan tampilan yang dinamis seperti mesin besar yang hidup. Menariknya, semua mekanisme ini sengaja ditampilkan, bukan disembunyikan. Hal ini mencerminkan keinginan Hermès untuk menunjukkan proses dan detail yang tersembunyi.

Di dalam instalasi tersebut, Hermès memperkenalkan tiga jam tangan terbarunya, yaitu Hermès H08 Squelette, Arceau Samarcande, dan Slim d’Hermès Squelette Lune. Ketiganya menggunakan desain skeleton, di mana bagian dalam jam terlihat jelas sehingga memperlihatkan cara kerjanya. Penempatan jam tangan di dalam instalasi juga dirancang seperti adegan dalam sebuah pertunjukan. Setiap model ditampilkan dalam vitrin kecil dengan pencahayaan khusus, menciptakan kesan seolah energi visual berasal dari jam itu sendiri.

Pendekatan ini memperkuat hubungan antara objek dan ruang, di mana desain jam tidak hanya dilihat sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari pengalaman. Di bagian tengah, terlihat bentuk kuda yang muncul perlahan dari balik panel kayu yang bergerak. Motif kuda ini merupakan ciri khas Hermès, cara kemunculannya yang tidak langsung terlihat membuat tampilan terasa lebih menarik dan dinamis.

Instalasi ini juga dilengkapi dengan suara yang dirancang oleh Pierre Ronin. Bunyi dari pergerakan mesin diolah menjadi suara yang ritmis, sehingga pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga “mendengar” waktu. Ini menciptakan pengalaman multi-sensorik yang unik dan mendalam.

Ketiga jam tangan yang diperkenalkan memiliki karakter berbeda. Hermès H08 Squelette tampil modern dengan desain yang bersih. Arceau Samarcande menggabungkan desain klasik dengan detail kepala kuda dan fitur minute repeater. Sementara Slim d’Hermès Squelette Lune menampilkan fase bulan ganda dari dua belahan bumi sekaligus.

Melalui konsep ini, Hermès tidak hanya memamerkan jam tangan, tetapi juga menghadirkan cara baru untuk memahami waktu. Waktu tidak hanya dilihat sebagai angka, tetapi sebagai sesuatu yang bisa dirasakan lewat gerakan, suara, dan pengalaman ruang. Dengan instalasi yang menarik dan jam tangan yang inovatif, Hermès membuktikan bahwa waktu bisa menjadi pengalaman yang hidup dan penuh makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *