Peran 3 tersangka di kasus PRT terjun dari lantai 4 kos Benhil terungkap

Penetapan 3 Tersangka dalam Kasus PRT yang Jatuh dari Lantai 4

Sejumlah warga di media sosial sempat dihebohkan dengan kejadian yang menimpa dua orang pekerja rumah tangga (PRT) yang jatuh dari lantai 4 sebuah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, pada 22 April 2026. Setelah tiga minggu berlalu, polisi akhirnya mengungkap fakta baru terkait penangkapan tiga tersangka dalam kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa tiga tersangka tersebut adalah AV, T, dan WA, dengan peran masing-masing yang berbeda. AV, misalnya, diduga merupakan majikan dari kedua korban PRT tersebut.

“Hasil penyidikan menunjukkan bahwa AV diduga mempekerjakan korban D sejak November 2025 hingga April 2026,” ujar Budi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Selain itu, tersangka T dan WA disebut memiliki peran dalam proses perekrutan korban sebagai PRT di lokasi tersebut. Keduanya telah ditahan sejak 29 April 2026, sedangkan AV menyusul ditahan pada hari ini, 5 Mei 2026. Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Korban Melarikan Diri karena Tidak Betah

Dalam kasus ini, dua PRT yang dikenal dengan inisial R dan D sempat melompat dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Benhil. Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, pernah menyatakan bahwa korban nekat melompat diduga akibat tidak betah bekerja.

“Informasi sementara, katanya enggak betah. Terus dia (korban) kabur sama saksi. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” ucap Roby dalam pernyataannya, Kamis, 23 April 2026 lalu.

Dugaan Perilaku Majikan yang Sadis

Roby juga sempat mengungkap alasan lain yang menjadi penyebab korban melompat dari lantai 4 kos tersebut. Salah satunya adalah dugaan perilaku sadis dari majikan, yaitu tersangka AV.

“Ada saksi yang lain yang ngomong bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya,” kata Roby.

Meskipun demikian, pihak kepolisian belum mengungkap secara detail tentang dugaan penyiksaan terhadap korban. “Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” ujarnya.

“Nah, itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan,” tambahnya.

Proses Penyidikan yang Masih Berlangsung

Hingga saat ini, penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta terkait kasus ini. Pihak kepolisian tetap memastikan bahwa semua informasi yang diperoleh berasal dari hasil pemeriksaan yang mendalam dan objektif.

Para tersangka AV, T, dan WA kini berada dalam tahanan sementara. Mereka akan terus diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain yang terkait dengan kasus ini.

Langkah-Langkah yang Diambil oleh Pihak Berwajib

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, dengan masing-masing memiliki peran yang berbeda. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi korban dan keluarga mereka. Mereka diharapkan dapat mendapatkan perlindungan hukum dan dukungan psikologis yang diperlukan.

Selain itu, polisi juga terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi. Hal ini dilakukan guna menghindari penyebaran hoaks dan kesalahpahaman yang dapat merugikan pihak-pihak terkait.

Kesimpulan

Kasus jatuhnya dua PRT dari lantai 4 di kawasan Benhil, Jakarta Pusat, masih dalam proses penyidikan. Tiga tersangka telah ditetapkan dan ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga masih mencari informasi tambahan dari saksi-saksi lain yang terkait dengan kejadian ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *