BERITA  

Ashanty Lulus Doktor UNAIR, Siap Terbitkan Buku Baru

Ashanty Meraih Gelar Doktor dengan Perjuangan yang Tak Terbayangkan

Ashanty, istri dari musisi Anang Hermansyah, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil melewati ujian terbuka Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Proses ini merupakan pencapaian besar dalam perjalanan hidupnya, yang diwarnai oleh perjuangan dan tekad kuat.

Di tengah kesibukannya sebagai artis dan ibu keluarga, Ashanty membuktikan bahwa pendidikan bisa diraih tanpa mengorbankan tanggung jawab lain. Ia menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada waktu luang, tetapi lebih pada komitmen dan pengorbanan.

Proses yang Panjang dan Penuh Emosi

Sidang doktoral Ashanty berlangsung dengan suasana penuh emosional. Ia tampak tenang sekaligus haru saat mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji. Proses akademiknya tidak dilalui dengan mudah. Di balik sorotan dunia hiburan, ia harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan proses penelitian yang panjang. Namun, semua usaha itu akhirnya terbayar lunas.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Ashanty mengungkap rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut momen itu sebagai salah satu titik penting dalam hidupnya. “Alhamdulillah, Sidang Terbuka telah terlewati. Dari rahim perjalanan panjang ini, lahirlah Irama Rasa, sebuah temuan yang terasa sangat berarti jika hanya saya simpan sendiri,” tulis Ashanty.

Tujuan Membuat Buku Sebagai Referensi

Lebih dari sekadar meraih gelar, Ashanty menyatakan niatnya untuk mengubah temuan akademik tersebut menjadi sebuah buku agar bisa menjadi referensi dan literasi yang lebih luas bagi publik. “Semoga karya ini nantinya dapat menjadi inspirasi, referensi, dan mengalir menjadi literasi. Bismillah untuk langkah yang baru,” tulisnya.

Dalam sidang tersebut, Ashanty mempertahankan disertasi berjudul “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia”. Topik penelitian ini mencakup cara para pelaku industri musik lintas generasi menghadapi perkembangan teknologi di era digital, termasuk dinamika perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap industri hiburan.

Pengamatan Langsung dari Dunia Musik

Topik penelitian itu bukan sesuatu yang asing bagi Ashanty. Sebagai penyanyi yang sudah lebih dari satu dekade aktif di industri musik Indonesia, ia mengamati langsung bagaimana seniornya berjuang menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. “Bayangkan siapa yang memikirkan seorang Rafika Duri, seorang Rhoma Irama, harus berhadapan dengan anak-anak muda dalam dunia digital. Kelihatannya simpel, tapi coba baca dulu disertasinya 300 halaman,” kata Ashanty.

Promotor Ashanty, Dr. Suko Widodo, menilai kekuatan penelitian tersebut terletak pada pendekatan storytelling dan dokumentasi pengalaman para musisi senior yang selama ini jarang tercatat dalam kajian akademik. Menurutnya, histori akademis semacam itu relatif belum pernah ada di Indonesia.

Perjalanan Menuju Gelar Doktor yang Tidak Mudah

Perjalanan menuju gelar doktor ini tidak mudah. Ashanty mengaku judulnya ditolak empat kali sebelum akhirnya diterima. Ia juga harus membagi waktu antara tanggung jawab akademik dan kesibukannya sebagai penyanyi, istri, ibu, sekaligus nenek.

Sebelum sampai ke tahap ini, Ashanty telah melewati ujian proposal disertasi pada April 2025 dengan nilai akhir 88. Hal ini menunjukkan dedikasinya terhadap studi dan penelitian yang dilakukannya.

Anang Hermansyah menyatakan kebanggaannya atas pencapaian sang istri, dan berharap temuan dalam disertasi itu kelak memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri musik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *