JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,20 triliun pada kuartal I/2026. Angka ini meningkat 17,10% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,87 triliun.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan di Harian Bisnis Indonesia, laba bersih bank syariah terbesar di Indonesia ini didorong oleh peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar 15,77% YoY, dari Rp4,77 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp5,52 triliun pada kuartal I/2026.
Selain itu, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi mencapai Rp918,58 miliar, meningkat 15,58% YoY dibandingkan posisi kuartal I/2025 yang sebesar Rp794,75 miliar.
Dari sisi laba operasional, BSI juga mencatat pertumbuhan sebesar 16,85% YoY menjadi Rp2,90 triliun. Pada kuartal I/2025, laba operasional BSI berada di posisi Rp2,48 triliun.
Laba tahun berjalan sebelum pajak juga mengalami pertumbuhan sebesar 16,77% YoY, mencapai Rp2,83 triliun hingga akhir Maret 2026, setelah pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp2,42 triliun.
Dari sisi fungsi intermediasi, bank yang dipimpin oleh Anggoro Eko Cahyo ini membukukan pembiayaan bagi hasil senilai Rp151,72 triliun atau meningkat 22,83% YoY pada kuartal I/2026. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan menyalurkan pembiayaan bagi hasil sebesar Rp123,52 triliun.
Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatatkan pertumbuhan baik pada dana simpanan wadiah maupun dana investasi non profit sharing.
Adapun perinciannya, dana simpanan wadiah tumbuh 18,72% YoY menjadi Rp89,01 triliun dan dana investasi non profit sharing meningkat 17,77% YoY menjadi Rp287,77 triliun hingga akhir Maret 2026.
Dalam indikator keuangan lainnya, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) turun dari 21,39% pada kuartal I/2025 menjadi 20,95% pada kuartal I/2026.
Untuk kualitas pembiayaan, terdapat perbaikan dengan NPF gross tercatat 1,80% dari periode yang sama tahun lalu 1,88% dan NPF net sebesar 0,38% dari 0,51%.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kinerja keuangan BSI pada kuartal I/2026:
- Peningkatan Pendapatan: Pendapatan setelah distribusi bagi hasil meningkat sebesar 15,77% YoY menjadi Rp5,52 triliun.
- Pendapatan Komisi: Pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi mencapai Rp918,58 miliar, naik 15,58% YoY.
- Laba Operasional: Laba operasional meningkat 16,85% YoY menjadi Rp2,90 triliun.
- Laba Sebelum Pajak: Laba tahun berjalan sebelum pajak naik 16,77% YoY menjadi Rp2,83 triliun.
- Pembiayaan Bagi Hasil: Pembiayaan bagi hasil mencapai Rp151,72 triliun, meningkat 22,83% YoY.
- Penghimpunan Dana: Dana simpanan wadiah tumbuh 18,72% YoY menjadi Rp89,01 triliun, sedangkan dana investasi non profit sharing meningkat 17,77% YoY menjadi Rp287,77 triliun.
- Rasio KPMM: Rasio kewajiban penyediaan modal minimum turun menjadi 20,95% dari 21,39%.
- Kualitas Pembiayaan: NPF gross tercatat 1,80% dan NPF net sebesar 0,38%, menunjukkan peningkatan kualitas pembiayaan.






