MALANG – Musim panen kopi kembali menjadi momen istimewa yang dirayakan oleh Hotel Tugu Malang dan Hotel Tugu Blitar melalui program budaya bertajuk The Mantenan Coffee Ceremony at Kawisari Plantation. Digelar mulai Mei hingga Agustus 2026, pengalaman budaya ini mengajak para tamu menikmati suasana Perkebunan Kopi Kawisari di lereng Gunung Kelud, salah satu perkebunan kopi tertua di Jawa Timur yang masih mempertahankan tradisi panen secara turun-temurun.
Di tengah udara pegunungan yang sejuk dan hamparan hijau perkebunan, para tamu diajak menyelami bagaimana kopi bukan sekadar hasil bumi, melainkan bagian dari perjalanan panjang budaya Jawa yang tetap hidup hingga kini.
Sebagai salah satu signature cultural journey dari Hotel Tugu Malang, pengalaman ini menghadirkan berbagai aktivitas yang membawa tamu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat perkebunan. Mulai dari memetik kopi langsung dari pohonnya, menikmati cupping experience, hingga menyaksikan tradisi dan ritual budaya yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
Kehangatan masyarakat desa, suasana alam yang tenang, serta aroma kopi segar menjadi bagian dari pengalaman yang terasa intim, autentik, dan penuh kenangan.
“Kami ingin mengajak para tamu merasakan kopi dengan cara yang lebih personal dan penuh cerita,” ujar Budi Sesario, Media Relations Hotel Tugu Malang. (21/06/25) Kamis. Ni
Menurutnya, kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang tradisi, perjalanan hidup masyarakat perkebunan, serta budaya Jawa yang terus dijaga hingga hari ini.
“Setiap musim panen selalu memiliki suasana yang berbeda dan menghadirkan pengalaman yang hangat serta berkesan,” tambahnya.
Salah satu rangkaian utama dalam pengalaman ini adalah Upacara Mantenan Kopi Sri Gondel dan Joko Gondel, ritual tradisional yang telah diwariskan sejak tahun 1870 sebagai simbol rasa syukur atas datangnya musim panen kopi.
Dalam prosesi budaya yang sarat filosofi Jawa tersebut, simbol buah kopi terbaik dari Perkebunan Kawisari dan Sengon diarak layaknya pengantin dalam iringan tarian tradisional, hasil bumi, serta suasana perayaan khas desa perkebunan. Tradisi ini menjadi simbol kesuburan, keharmonisan, dan harapan akan panen melimpah bagi masyarakat sekitar.
Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 melalui Tugu Kawisari Coffee Harvest Ceremony, sebuah pengalaman budaya yang memadukan ritual panen kopi, selamatan, serta perjalanan rasa khas Kawisari dalam suasana pegunungan yang tenang dan penuh nuansa spiritual.
Pengalaman budaya tersebut ditawarkan dengan harga Rp388 ribu nett per orang atau Rp688 ribu nett untuk dua orang. Paket tersebut sudah termasuk ritual panen, selamatan, serta 250 gram kopi pilihan Kawisari.
Bagi tamu yang ingin menikmati pengalaman lebih lengkap, tersedia pula paket menginap mulai Rp1,588 juta nett per kamar per malam di Hotel Tugu Malang dan Rp1,288 juta nett per kamar per malam di Hotel Tugu Blitar. Paket tersebut mencakup sarapan, afternoon tea, The Romance of Tugu Art & Culture Tour, pengalaman panen kopi, hingga makan siang dan cupping session di WIT Kopi Kawisari.






