Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Biak Numfor Gelar Musda VI
Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, kembali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Gedung Tongkonan Biak, pada Sabtu (16/5/2026). Acara ini menjadi momen penting dalam kehidupan organisasi, sekaligus menjadi ajang evaluasi dan pemilihan ketua serta pengurus baru untuk periode 2026–2031.
Tema yang diangkat dalam Musda kali ini adalah “Misa’ Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate”, yang mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menjaga keharmonisan antarwarga. Tema ini juga menjadi dasar bagi IKT dalam membangun kebijakan strategis untuk lima tahun ke depan.
Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, hadir dalam acara pembukaan Musda VI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi warga Toraja yang selama ini turut berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Menurut Bupati, IKT tidak hanya sebagai organisasi kekeluargaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan harmoni antarsuku maupun antarumat beragama.
Ia berharap Musda VI dapat menghasilkan kepengurusan baru yang solid dan mampu merancang program kerja yang sejalan dengan visi pembangunan daerah. Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keluarga besar Toraja, serta menghindari perpecahan akibat proses pemilihan pengurus.
“Pemerintah daerah tidak akan mengintervensi proses Musda ini. Biarlah keluarga Toraja sendiri yang memilih figur terbaik yang akan membawa rumah besar IKT semakin maju dan berwibawa,” ujar Bupati Markus Mansnembra.
Salah satu kandidat calon Ketua IKT, Martinus Pasang, yang juga merupakan Anggota DPR Provinsi Papua, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pemilihan ketua IKT periode 2026–2031. Ia berkomitmen untuk memprioritaskan kebersamaan dan persatuan warga Toraja di perantauan. Selain itu, dirinya juga berencana fokus pada pengembangan Gedung Tongkonan agar lebih representatif digunakan untuk berbagai kegiatan resmi maupun sosial kemasyarakatan.
“Kami ingin keluarga besar Toraja tetap solid dan terus mendukung pembangunan di Kabupaten Biak Numfor, baik melalui sektor birokrasi, peternakan, konstruksi maupun usaha-usaha masyarakat lainnya,” katanya.
Ketua Panitia Musda VI IKT Biak Numfor, Andarias Lameky, menjelaskan bahwa tujuan dari Musda VI adalah membahas dan menyusun kebijakan strategis organisasi untuk lima tahun ke depan. Forum ini juga menjadi momentum evaluasi kepengurusan periode 2021–2026 serta pemilihan ketua dan pengurus baru periode 2026–2031.
Proses penjaringan calon ketua dilakukan secara transparan, akuntabel, dan partisipatif. Setiap calon diwajibkan memperoleh rekomendasi dari 16 wilayah, dengan masing-masing wilayah hanya memberikan satu rekomendasi kepada satu calon ketua IKT.
Musda VI IKT Biak Numfor kali ini diikuti oleh tiga calon ketua yang mendapat rekomendasi dan dukungan dari 16 wilayah, yakni Luther Pasang dengan 3 rekomendasi, Djoni Domeng dengan 8 rekomendasi, serta Marthinus Pasang dengan 3 rekomendasi. Sementara dua wilayah tidak memberikan dukungan.




