Puasa Tarwiyah, Keutamaannya Menurut Hadis Sebelum Idul Adha

Pengertian Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada hari Tarwiyah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Puasa ini biasanya dikerjakan sehari sebelum puasa Arafah dan dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Amalan ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Secara etimologi, kata “Tarwiyah” merupakan bentuk nomina dari verba dalam bahasa Arab “rawwa-yurawwi-tarwiyah” yang berarti perenungan. Secara terminologi, Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan oleh kaum muslim pada 8 Dzulhijjah setiap tahun yang dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam dengan mengikuti ketentuan puasa pada umumnya.

Keutamaan Puasa Tarwiyah Menurut Hadis

Keutamaan puasa Tarwiyah disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas. Hadis tersebut menyebutkan:

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Hadis tersebut menjelaskan besarnya pahala bagi umat Islam yang menjalankan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah pada bulan Dzulhijjah. Dalam tradisi ibadah haji, hari Tarwiyah merupakan momen persiapan para jemaah sebelum melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Niat dan Tata Cara Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar. Jika merujuk perkiraan kalender Hijriah 1447 H, maka Puasa Tarwiyah 2026 diperkirakan jatuh pada 8 Dzulhijjah 1447 H yakni Senin, 25 Mei 2026.

Adapun bacaan niat puasa Tarwiyah adalah:

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Pada dasarnya, tata cara puasa Tarwiyah sama seperti puasa sunnah lainnya. Umat Islam menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya yang khusus dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Jika dikerjakan di luar tanggal tersebut, maka tidak lagi disebut sebagai puasa Tarwiyah.

Manfaat Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah memiliki beberapa manfaat penting bagi umat Islam. Salah satunya adalah memperoleh pahala seperti berpuasa selama satu tahun sebagaimana disebutkan dalam hadis. Selain itu, puasa ini juga menjadi amalan untuk meningkatkan ketakwaan, kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais, disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari Tarwiyah akan memperoleh pahala seperti kesabaran Nabi Ayub AS. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya puasa Tarwiyah dalam meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan seseorang.

Kesimpulan

Puasa Tarwiyah adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Dengan menjalankannya, umat Islam dapat memperoleh pahala besar dan meningkatkan ketakwaan serta kesabaran mereka. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami dan menjalankan puasa ini dengan benar sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *