Kehidupan ART di Rumah Erin: Dari Kekhawatiran hingga Pembenaran
Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, kini semakin memperlihatkan sisi lain dari kehidupan ART (Anggota Rumah Tangga) yang bekerja di rumahnya. Salah satunya adalah Nur Rohmah, ART baru yang kini menjadi sorotan.
Nur Rohmah membenarkan bahwa ponselnya ditahan oleh Erin setelah kasus dugaan penganiayaan terhadap Herawati mencuat. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi suaminya, Rahmat, dan keluarganya yang tinggal di Cianjur, Jawa Barat, dalam menghubungi Nur. Rahmat mengungkapkan rasa cemasnya karena pemberitaan terkait Erin semakin santer.
Namun, Nur menegaskan bahwa kondisinya baik-baik saja dan tidak mengalami apa pun selama bekerja di rumah Erin. Ia juga memuji Erin sebagai sosok majikan yang baik. “Sekarang sudah ketemu (sama suami) jadi saya bisa jelasin sama dia kalau saya enggak kenapa-kenapa, di sini baik-baik aja gitu,” ujarnya.
Meski begitu, Rahmat langsung membantah pernyataan Nur. Ia menilai bahwa Nur tidak benar-benar betah bekerja di sana. “Kalau betah mah enggak. Yakin, enggak betah,” timpal Rahmat. Nur terdiam sejenak, seolah membenarkan ucapan suaminya.
Nur juga menyatakan bahwa ia ingin segera pulang jika sudah ada ART pengganti. “Saya paling nunggu-nunggu penggantinya. Saya penginnya secepatnya diusahain sama penyalurnya gitu. Karena saya kan juga sudah lama enggak ketemu, enggak komunikasi sama anak, apalagi keluarga, sama ibu saya,” katanya.
Hatinya kian sedih ketika mendengar sang ibu jatuh sakit. “Apalagi dengar ibu saya sakit kan, jadi saya pengin ketemu langsung. Pengin pulang,” imbuhnya. Ia juga mengungkapkan rasa kagetnya saat mendengar kabar tersebut.
Seolah takut akan salah bicara, Nur buru-buru menyudahi klarifikasinya pada awak media. “Sudah ya, Kak. Makasih. Semuanya sudah baik-baik, aman-aman aja ya,” pungkasnya berusaha menarik suaminya masuk ke rumah mewah Erin.
Erin Mengakui Menahan HP Nur Rohmah
Dalam jumpa pers yang digelar baru-baru ini, Erin memberikan klarifikasi soal tudingan mempersulit keluarga ART untuk berkomunikasi. Menurutnya, hal itu dipicu adanya kesalahpahaman. Meski begitu, Erin mengungkap bahwa suami Nur saat ini sudah bertemu dengan istrinya.
“Jadi kemarin saya sudah ngobrol sama suaminya, dia salah paham,” kata wanita yang memiliki darah Minang ini. “Jadi katanya dia pengin tahu kabarnya Nur ini cuma sama penyalurnya enggak kasih nomor telepon saya, dia bingung nih, dia takut kalau Nur nih kenapa-kenapa karena dia dengar berita yang segitu hebohnya.”
“Tapi kan ternyata udah ketemu sama saya baik-baik dan dia juga udah ketemu istrinya, istrinya juga bilang baik-baik aja,” bebernya.
Sejak kasus dugaan penganiayaan ramai diperbincangkan, Erin tak memungkiri dirinya merasa panik. Sebab itulah, ia sempat menahan ponsel milik Nur. “Iya, karena kan memang gara-gara kejadian ini jadi handphone memang saya pegang dulu nih. Karena kan mereka sempat, ya ini tahu sendiri kan, ini buat bukti segala macam kan takut dipengaruhi dari sisanya mereka kan. Jadi ya saya amankan,” tuturnya.
Rahmat Panik Istrinya 3 Minggu Tak Ada Kabar
Dalam kemunculannya di hadapan media, Rahmat menyebut bahwa istrinya, Nur, sudah tiga minggu tidak ada kabar. Nur disebut menjadi satu-satunya ART yang tersisa di rumah Erin. Cemas dengan keadaan istrinya, Rahmat meminta bantuan pada praktisi hukum, Deolipa Yumara.
Di hadapan awak media, Rahmat menangis menceritakan bagaimana keluarga mencemaskan keadaan Nur di tengah pemberitaan miring yang menerpa Erin. “Kalau yang pertama saya kekhawatirannya itu enggak ada kabar. Enggak ada kabar udah hampir tiga minggu,” jelas pria asal Cianjur ini.
Tangis Rahmat mulai pecah ketika menceritakan kedua orangtua Nur yang jatuh sakit karena tak mengetahui kabar sang putri. “Orangtua saya sampai diinfus,” jelasnya terbata-bata. “Iya masuk rumah sakit, orang juga khawatir,” lanjutnya sambil menyeka air mata.
Dijelaskan Rahmat, sebelum kasus dugaan penganiayaan Erin viral, sang istri masih memberi kabar. Namun, kini Nur mulai hilang kontak. “Biasanya sebelum yang viral-viral itu istri saya ngabarin seperti biasa. Cuman tiba-tiba susah dihubungin. Yang terakhir bilang katanya baik-baik saja,” sambungnya masih terisak.
“Cuman ya saya kan namanya keluarga di kampung tetap biasanya komunikasi sekarang enggak,” lanjut Rahmat. Ia menjelaskan maksud kemunculannya di publik untuk meminta menjemput istrinya baik-baik. “Intinya saya ingin ngejemput istri saya gimanapun secara baik-baik sama Bu Erin. Saya mau secara kekeluargaan gitu aja udah. Saya pengin tahu aja kondisi istri saya, udah gitu aja,” pungkasnya.






