Klarifikasi dari Suami ART Baru Erin
Rahmat, suami dari Nur Rohmah, yang merupakan asisten rumah tangga (ART) baru Erin, muncul dalam sebuah wawancara. Ia mengungkapkan kekhawatiran dan rasa paniknya karena istrinya tidak bisa dihubungi selama tiga minggu setelah bekerja bersama Erin. Dalam pernyataannya, Rahmat menangis dan menyampaikan bahwa ia hanya ingin memastikan kondisi istrinya baik-baik saja.
“Saya Rahmat, suami dari Nur. Saya ingin klarifikasi terkait kejadian ini karena saya masih khawatir dan panik. Mungkin itu emosi yang belum ada kabar. Ternyata istri saya baik-baik saja. Alhamdulillah,” ujar Rahmat dalam wawancara tersebut.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Erin atas kegaduhan yang terjadi. “Saya sudah minta maaf sama Bu Erin atas kegaduhan saya tadi,” tambahnya.
Rahmat menjelaskan bahwa saat ini, istrinya hanya menunggu pengganti sebagai ART. “Sementara istri saya nunggu gantinya aja. Sudah itu aja,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya merasa lega setelah memastikan bahwa istrinya dalam kondisi sehat.
Kesulitan Berkomunikasi dengan Istri
Dalam penjelasannya, Rahmat mengeluhkan kesulitan berkomunikasi dengan istrinya. Anak semata wayangnya yang berusia lima tahun sering kali mencari ibunya. Nur, yang sebelumnya kerap melakukan video call dengan putranya, kini sulit untuk dihubungi.
“Anak sempat nanyain, videonya masih ada. Nanyain Mamanya. Mimpi Mama, Mama enggak ada pokoknya. Saya kalau cerita itu enggak bisa,” ujar Rahmat sambil menangis. Ia menjelaskan bahwa anaknya sering bertanya tentang ibunya, sehingga membuatnya sedih.
Rahmat juga mengungkapkan bahwa sejak bekerja dengan Erin, Nur lebih sulit dihubungi. “Biasanya kan Mamanya video call sama dia, sekarang susah,” tambahnya.
Nur Mengakui HP-nya Ditahan Oleh Erin
Menanggapi kemunculan suaminya, Nur mengakui bahwa ponselnya ditahan oleh Erin. Ia menjelaskan bahwa alasan penahanan HP tersebut adalah karena Erin merasa khawatir bahwa Nur akan berkomentar yang tidak baik di luar.
“Mungkin ibu khawatir karena takutnya saya berkomentar yang tidak baik di luar, karena pemberitaannya terlalu berlebihan,” ujar Nur.
Namun, Erin berjanji akan mengembalikan ponsel tersebut. “Jadi ditahan, tapi nanti katanya mau dikembalikan kok,” lanjutnya.
Nur menduga bahwa suaminya dan keluarganya panik karena berita yang terus beredar. “Karena itu juga kan suami saya panik. Karena beritanya udah ke mana-mana. Jadi suami ikut panik, keluarga panik,” jelasnya.
Alasan Erin Menahan HP ART
Erin sendiri memberikan klarifikasi mengenai alasan menahan ponsel Nur. Dalam jumpa pers yang digelar, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut dipicu adanya kesalahpahaman. Meski begitu, ia mengaku telah berbicara dengan suami Nur dan mereka saling memahami.
“Jadi kemarin saya sudah ngobrol sama suaminya, dia salah paham,” kata Erin. Ia menjelaskan bahwa suami Nur bingung karena tidak diberi nomor teleponnya.
“Tapi kan ternyata udah ketemu sama saya baik-baik dan dia juga udah ketemu istrinya, istrinya juga bilang baik-baik aja,” tambahnya.
Erin juga mengakui bahwa dirinya merasa panik sejak kasus ini ramai diperbincangkan. “Iya, karena kan memang gara-gara kejadian ini jadi handphone memang saya pegang dulu nih.” Ia menjelaskan bahwa ponsel tersebut disimpan sebagai bentuk keamanan.
“Karena kan mereka sempat, ya ini tahu sendiri kan, ini buat bukti segala macam kan takut dipengaruhi dari sisanya mereka kan. Jadi ya saya amankan,” tutup Erin.






