BERITA  

Pasar Randomayang Pasangkayu Penuh, Kemacetan Mengular 300 Meter Jelang Idul Adha

Kepadatan di Pasar Randomayang Jelang Idul Adha

Empat hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, mengalami lonjakan pengunjung yang sangat signifikan. Pada Sabtu (23/5/2026), ribuan warga memadati pasar untuk membeli kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya. Kepadatan ini tidak hanya terjadi di dalam pasar, tetapi juga menyebabkan kemacetan hingga sekitar 300 meter di jalan Trans Sulawesi depan pasar.

Aktivitas Pasar yang Ramai

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dari pagi hingga siang hari, area pasar dipenuhi oleh warga, terutama ibu-ibu yang sedang berbelanja. Suasana pasar terlihat sesak dan penuh dengan para pembeli yang saling berdesakan. Lorong-lorong pasar yang sempit dipenuhi oleh pedagang sayur, ikan, daging, rempah-rempah, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Bahkan, sejumlah pedagang membuka lapak hingga ke bahu jalan poros Trans Sulawesi di depan pasar, yang semakin memperparah kondisi lalu lintas.

Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak bergerak perlahan karena badan jalan menyempit akibat banyaknya kendaraan warga yang terparkir di sisi kanan dan kiri jalan. Selain itu, deretan lapak pedagang yang memanjang di kedua sisi jalan turut memperparah kepadatan arus kendaraan. Suara klakson kendaraan terdengar bersahut-sahutan di tengah ramainya aktivitas masyarakat yang keluar masuk pasar.

Pengamanan oleh Aparat Keamanan

Untuk mengatasi situasi tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Bambalamotu turun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pasar. Mereka dibantu oleh sejumlah tukang parkir untuk mengarahkan kendaraan warga agar tidak semakin memperparah kemacetan. Beberapa petugas terlihat sesekali meminta pengendara untuk tetap bergerak dan tidak berhenti terlalu lama di depan pasar.

Di dalam pasar sendiri, suasana terlihat lebih padat lagi. Para pembeli tampak saling berdesakan saat memilih kebutuhan dapur. Lorong pasar yang sempit dipenuhi warga yang membawa kantong belanja berisi beras, minyak goreng, gula, telur, hingga bahan kue untuk persiapan Idul Adha. Di bagian penjual ikan dan ayam potong, antrean warga terlihat mengular. Sebagian pembeli harus menunggu cukup lama untuk dilayani pedagang.

Antusiasme Warga Jelang Idul Adha

Aroma rempah-rempah bercampur bau ikan segar dan daging memenuhi area pasar tradisional tersebut. Tidak hanya warga dari Desa Randomayang, sejumlah pembeli juga datang dari desa sekitar di Kecamatan Bambalamotu untuk berbelanja kebutuhan hari raya.

Salah seorang warga, Masni, mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang masih relatif normal. Ia mengatakan kondisi pasar memang selalu ramai menjelang hari besar keagamaan, namun tahun ini jumlah pengunjung dinilai lebih banyak dibanding hari biasa.

“Kalau dekat lebaran seperti ini memang pasti ramai. Jadi saya datang pagi supaya cepat dapat barang dan tidak terlalu susah cari parkiran,” ujarnya.

Masni mengaku membeli berbagai kebutuhan rumah tangga seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, hingga bumbu dapur untuk persiapan memasak saat Idul Adha nanti. Menurutnya, meski kondisi pasar sangat padat, masyarakat tetap antusias berbelanja karena momentum Idul Adha hanya datang sekali dalam setahun.

Hingga siang hari, kepadatan di Pasar Randomayang masih terus terjadi dan diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Adha.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *