Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dalam kondisi konsolidasi selama perdagangan hari ini, Senin (25/5). Seiring dengan hal tersebut, beberapa analis merekomendasikan saham-saham tertentu yang layak untuk diperhatikan. Salah satu rekomendasi berasal dari Ivan Rosanova, analis BinaArtha Sekuritas, yang menyebutkan bahwa IHSG mengalami rebound dan membentuk pola candle hammer setelah sempat menyentuh level 5.967 pada perdagangan Jumat (23/5).
Pola tersebut dinilai memberi sinyal potensi rebound lanjutan untuk menguji level resistance terdekat di 6.459. Namun, Ivan juga menegaskan bahwa potensi tren penurunan masih terbuka jika IHSG gagal menembus level tersebut. Adapun level support IHSG berada di 5.911, 5.673, dan 5.439, sedangkan level resistance terletak di 6.459, 6.587, 6.787, dan 7.001.
Ivan menjelaskan bahwa indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish. MACD merupakan alat analisis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham. Selain itu, ia merekomendasikan beberapa saham yang patut diperhatikan hari ini, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Di sisi lain, Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai IHSG saat ini berada dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI. Ia menilai peluang technical rebound mulai terbuka setelah IHSG berhasil menguji target wave 5/A alt dan membentuk pola bullish pin bar kemarin. Rebound diperkirakan terjadi terutama pada saham-saham kapitalisasi besar yang telah terkoreksi cukup dalam.
Nafan juga menilai sektor energi dan komoditas masih memiliki potensi kuat seiring tingginya harga energi global. Meskipun demikian, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan setelah melemah 0,28% ke level Rp 17.717 per dolar AS. Meski Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, investor tetap cenderung wait and see untuk melihat efektivitas langkah intervensi tersebut dalam menjaga stabilitas rupiah.
Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan proyek industri dan arah kebijakan Danantara, khususnya terkait rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Nafan merekomendasikan beberapa saham dengan target harga yang berbeda-beda, antara lain:
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan target harga ke Rp 1.395, 1.435, dan 1.490
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan target harga ke Rp 1.325, 1.375, dan 1.515
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga ke Rp 5.825, 6.600, dan 4.460
Kondisi pasar saham yang dinamis dan penuh ketidakpastian memerlukan strategi investasi yang tepat. Investor perlu memperhatikan berbagai faktor, termasuk indikator teknikal, pergerakan IHSG, serta kondisi makroekonomi. Dengan memahami konsep support dan resistance, investor dapat lebih bijak dalam menentukan titik masuk dan keluar dalam berinvestasi.
Selain itu, penting bagi investor untuk terus memantau perkembangan politik, kebijakan pemerintah, serta situasi global yang bisa memengaruhi pergerakan pasar. Dengan informasi yang akurat dan analisis yang mendalam, investor dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola portofolio saham mereka.






