Memasuki Akhir Bulan Mei, Banyak yang Tertarik dengan Tanggal 1 Juni
Memasuki pengujung bulan Mei, banyak masyarakat mulai memeriksa kembali kalender mereka. Pertanyaan tentang apakah tanggal 1 Juni adalah hari libur atau hari apa menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari di mesin pencarian Google.
Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan atau sekadar ingin menikmati waktu bersantai di rumah, kabar baiknya adalah bahwa tanggal ini memberikan kesempatan emas untuk merasakan long weekend yang menyegarkan.
Berdasarkan kalender resmi nasional dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, tanggal 1 Juni 2026 jatuh pada hari Senin. Pemerintah telah menetapkan hari tersebut sebagai Hari Libur Nasional dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Karena posisinya yang berada tepat setelah akhir pekan (Sabtu dan Minggu), momen ini otomatis menciptakan libur panjang tiga hari berturut-turut yang sangat pas untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan.
Menariknya, libur nasional ini juga menjadi penutup yang sempurna dari rangkaian “Hari Kejepit” yang terjadi pada momen Idul Adha di akhir Mei. Bagi sebagian pekerja yang mengambil cuti tahunan di akhir bulan lalu, tanggal 1 Juni 2026 menjadi pelengkap libur panjang non-stop yang berkualitas.
Namun, di balik momentum tanggal merah ini, sudah tahukah Anda mengapa tanggal 1 Juni dipilih sebagai hari lahirnya dasar negara kita?
Sejarah Hari Lahir Pancasila: Kilas Balik Momen Bersejarah 1 Juni 1945
Merujuk pada catatan sejarah resmi yang dirilis oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila berakar dari momen krusial menjelang kemerdekaan Indonesia, tepatnya dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Pada sidang pertama BPUPKI yang berlangsung antara 29 Mei hingga 1 Juni 1945, para tokoh bangsa berkumpul untuk merumuskan fondasi dasar negara merdeka. Tepat pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan gagasannya melalui pidato legendaris tanpa teks. Dalam pidato itulah, Bung Karno untuk pertama kalinya memperkenalkan lima konsep dasar negara yang ia sebut dengan nama “Pancasila” (dari kata panca berarti lima, dan sila berarti asas atau dasar).
Pidato Bung Karno tersebut diterima secara aklamasi oleh para anggota BPUPKI. Selanjutnya, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan lima sila tersebut hingga akhirnya disahkan secara resmi dalam Pembukaan UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945.
Bertahun-tahun kemudian, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, tanggal 1 Juni secara resmi disahkan sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional yang kita peringati hingga saat ini.






