Daerah  

KPAD Labura Bersama Pemerintah Desa dan Aparat Mediasi Perkelahian Anak yang Viral di Media Sosial

LABURA — Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama PJ Kepala Desa Padang Maninjau, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas melakukan mediasi terhadap kasus perkelahian antar anak yang sempat viral di media sosial. Kegiatan mediasi dan pembinaan tersebut berlangsung pada Selasa (26/05/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Desa Padang Maninjau, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat itu diketahui berawal dari kesalahpahaman melalui komentar di aplikasi TikTok. Persoalan yang awalnya sepele kemudian berkembang akibat pengaruh lingkungan pertemanan hingga memicu emosi kedua belah pihak dan berujung perkelahian.

Dalam kejadian tersebut, pihak terkait juga menyoroti minimnya upaya peleraian dari teman-teman yang berada di lokasi saat perkelahian berlangsung.

Sebagai langkah penyelesaian, pemerintah desa bersama aparat keamanan dan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara mempertemukan kedua belah pihak untuk dimediasi secara kekeluargaan. Selain mencapai perdamaian, anak-anak yang terlibat juga diberikan pembinaan serta edukasi agar tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Pembinaan tersebut disampaikan langsung oleh PJ Kepala Desa Padang Maninjau, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua KPAD Labura, H. Idris Aritonang.

Ketua KPAD Labura, H. Idris Aritonang, S.Sos.I mengapresiasi langkah cepat seluruh pihak dalam menangani persoalan tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah desa dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga perlindungan anak agar konflik tidak berkembang lebih luas.

“Terima kasih kepada PJ Kepala Desa yang bergerak cepat sehingga persoalan ini tidak berkelanjutan. Begitu juga kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas atas kolaborasi dan sinerginya dalam mengawasi, melindungi, dan menjaga anak-anak di Desa Padang Maninjau,” ujarnya.

KPAD Labura juga mengimbau para orang tua dan masyarakat agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak di media sosial. Pengawasan dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk mencegah persoalan kecil di ruang digital berkembang menjadi konflik nyata di lingkungan sosial.

Melalui mediasi tersebut, seluruh pihak berharap anak-anak yang terlibat dapat kembali beraktivitas secara normal, menjaga hubungan pertemanan, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial.