seni  

Musikal Disney’s Finding Nemo Jr Bawa Kolaborasi Seni dan Misi Sosial untuk Papua

Kreativitas dan Keberanian Siswa Hope Intercultural School dalam Pertunjukan Musikal

Lebih dari 200 siswa Hope Intercultural School menampilkan musikal Disney’s Finding Nemo Jr di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Pertunjukan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis seni yang bertujuan untuk membangun kreativitas, komunikasi, serta karakter siswa. Seluruh hasil penjualan tiket dari pertunjukan ini akan didonasikan untuk mendukung pendidikan anak-anak di Papua.

Pembelajaran melalui seni pertunjukan kini semakin populer di kalangan sekolah. Hal ini dilakukan sebagai sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kreativitas, hingga kerja sama antarsiswa sejak usia dini. Dengan melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas seni, mereka diajarkan untuk mengekspresikan diri sekaligus mengembangkan empati dan karakter sosial.

Pertunjukan musikal Disney’s Finding Nemo Jr. yang digelar oleh lebih dari 200 siswa Hope Intercultural School di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki pada Sabtu (23/5/2026) menjadi salah satu produksi seni pertunjukan terbesar yang pernah diadakan oleh sekolah tersebut. Para siswa terlibat langsung dalam berbagai proses produksi, mulai dari akting, vokal, tari, hingga kolaborasi lintas jenjang pendidikan.

School System Coordinator Hope Intercultural School, Recky Rendy menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, disiplin, komunikasi, dan kerja sama tim. Proses di balik pertunjukan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa.

“Disney’s Finding Nemo Jr. bukan hanya tentang pertunjukan di atas panggung. Melalui Performing Arts, siswa belajar berani mengekspresikan diri, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memahami bahwa talenta yang dimiliki dapat membawa dampak positif bagi orang lain,” ujar Recky dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Sebagai sekolah berbasis International Baccalaureate (IB), pembelajaran melalui seni pertunjukan menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran holistik yang menggabungkan aspek akademik, kreativitas, dan pengembangan karakter. Selain menjadi ruang ekspresi bagi siswa, pertunjukan ini juga memiliki misi sosial.

“Seluruh hasil penjualan tiket didonasikan untuk mendukung pendidikan anak-anak di Papua melalui Yayasan Pendidikan Harapan Papua,” katanya.

Isu pemerataan pendidikan di Papua masih menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah wilayah pedalaman masih menghadapi tantangan keterbatasan tenaga pengajar, akses transportasi, hingga sarana pendidikan yang belum merata. Melalui kegiatan ini, Hope Intercultural School berharap siswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik dan seni, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta pemahaman tentang pentingnya kontribusi bagi masyarakat.

Pentingnya Seni dalam Pembelajaran

  • Seni pertunjukan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara kreatif.
  • Melalui seni, siswa belajar bekerja sama dan mengembangkan empati terhadap orang lain.
  • Aktivitas seni juga menjadi alat untuk membangun karakter dan disiplin.
  • Sekolah-sekolah seperti Hope Intercultural School menggunakan seni sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran holistik.

Tujuan Sosial dari Pertunjukan

  • Penjualan tiket dari pertunjukan akan digunakan untuk mendukung pendidikan anak-anak di Papua.
  • Yayasan Pendidikan Harapan Papua menjadi mitra dalam program donasi ini.
  • Isu keterbatasan akses pendidikan di daerah pedalaman masih menjadi fokus utama.
  • Dengan adanya kegiatan ini, siswa diajarkan untuk memiliki rasa kepedulian sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *