Pendapat Buya Anwar Abbas tentang Sapi Kurban Bantuan Presiden
Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Buya Anwar Abbas memberikan pandangan pribadinya mengenai program sapi kurban bantuan presiden yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini melibatkan sebanyak 1.098 ekor sapi yang dibeli dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dalam keterangan tertulisnya, Buya Anwar menilai program tersebut dari perspektif kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto, Minggu (24/5/2026). Ilustrasi Foto: ANTARA/HO-Syuhelmi
Buya Anwar menyatakan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi rakyat, menyediakan kebutuhan hidup mereka, dan menciptakan keadilan sosial. Oleh karena itu, jika ada elemen masyarakat yang berkontribusi dalam tugas-tugas pemerintah atau negara, maka pemerintah seharusnya memfasilitasi, memberdayakan, dan membantu inisiatif tersebut agar kemakmuran dapat dicapai secara merata.
Salah satu tugas pemerintah adalah melindungi dan menjaga kesehatan masyarakat. “Jangan ada warga yang tidak bisa memenuhi kebutuhan protein mereka, baik itu protein nabati maupun hewani,” ujarnya.
Berdasarkan data, tingkat konsumsi daging sapi nasional rata-rata hanya berkisar di angka 2,5 hingga 2,7 kg per kapita per tahun. Namun, sepertiganya diperoleh secara gratis dalam momentum Iduladha atau Hari Raya Kurban. Meskipun demikian, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 6 kg per kapita per tahun.
“Di sinilah relevansi dari bantuan sapi potong (bukan kurban) Presiden Prabowo yang diambil dari dana APBN yang diberikan dalam momentum Iduladha,” kata Buya Anwar.
Tokoh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI ini menilai terdapat beberapa makna penting dari bantuan sapi potong yang diberikan oleh presiden. Pertama, bantuan ini turut mensyiarkan dan menyemarakkan Iduladha, yang sesuai dengan semangat UUD 1945 Pasal 29 Ayat 1 dan 2.
Kedua, pemerintah sebagai pihak yang bertugas melindungi rakyat, terutama dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, seharusnya ikut berpartisipasi dalam momentum Iduladha dengan memberikan bantuan sapi potong kepada masyarakat. Dengan begitu, daging sapi kurban dapat dibagi bersama daging kurban yang ada, sehingga jumlah orang yang menerima dan atau jumlah daging yang diterima dan dikonsumsi oleh masyarakat bisa meningkat. Hal ini diharapkan akan meningkatkan tingkat kesehatan rakyat.
Ketiga, secara ekonomi, keterlibatan Prabowo sebagai Presiden dalam memberikan bantuan sapi potong telah berdampak pada meningkatnya permintaan sapi dengan berat antara 700–1.000 kg. Dengan demikian, keuntungan dan kesejahteraan para peternak diharapkan juga akan meningkat. “Itulah yang kita harapkan,” ujar Buya Anwar Abbas.






