Final Liga Kampung Soekarno Cup III Regional Bali 2026 Berikan Pesan Kemanusiaan
Final Liga Kampung Soekarno Cup III Regional Bali 2026 yang digelar di Stadion Ngurah Rai pada Senin (25/5/2026) menampilkan suasana yang berbeda dari biasanya. Selain pertandingan sengit antara Banteng Denpasar dan Banteng Badung, acara ini juga menyajikan momen yang sangat berkesan, yaitu kehadiran anak-anak dengan disabilitas Down Syndrome sebagai player escort.
Anak-anak tersebut hadir untuk mendampingi para pemain saat memasuki lapangan, menjadi simbol kampanye fair play, inklusivitas, dan kemanusiaan yang dianut oleh penyelenggara turnamen, DPD PDI Perjuangan Bali. Sebanyak 22 anak dari Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome Bali turut serta dalam acara ini. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Denpasar, Badung, dan Tabanan.
POTADS Bali adalah wadah bagi orang tua yang memiliki anak dengan Down Syndrome untuk saling mendukung serta mendorong anak-anak berkebutuhan khusus agar lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki keterampilan sosial. Saat berjalan masuk ke stadion, anak-anak tersebut tampak antusias dan bahagia sambil menggandeng para pemain di tengah sorakan penonton.
Momen ini menciptakan nuansa emosional sekaligus menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan. Tradisi player escort dalam sepak bola internasional memang dikenal memiliki misi besar melalui kampanye “Say Yes for Children” hasil kolaborasi FIFA dan UNICEF untuk mempromosikan perlindungan hak anak di seluruh dunia.
Melalui langkah ini, PDI Perjuangan Bali ingin menyampaikan pesan bahwa sepak bola harus menjadi olahraga yang ramah anak, bebas kekerasan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kehadiran anak-anak Down Syndrome di Stadion Ngurah Rai juga menjadi simbol kemurnian olahraga sepak bola yang menjunjung sportivitas serta menolak diskriminasi dan rasisme.
Mereka mendapat sambutan hangat dari Prananda Prabowo, Komarudin Watubun, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster, jajaran pengurus partai, kepala daerah, anggota legislatif, hingga ribuan penonton yang memenuhi tribun stadion.
Pengembangan Sepak Bola Bali Melalui Turnamen
Sebelumnya, Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup Bali, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa turnamen ini telah berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda Bali melalui sepak bola formal dan terarah. “Kegiatan Soekarno Cup ini menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Bali untuk berkembang melalui kompetisi yang menjunjung sportivitas,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini dan muda di Bali sekaligus meneruskan semangat olahraga yang diwariskan Soekarno.
Hasil Pertandingan Final
Pada laga final, Banteng Denpasar akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Banteng Badung dengan skor 3-2. Sementara posisi ketiga diraih Banteng Tabanan setelah menang telak 4-0 atas Karangasem. Para pemenang memperoleh hadiah pembinaan dan beasiswa dengan total nilai mencapai Rp117 juta.





