Kemenperin Dorong Hilirisasi Susu, Konsumsi Rendah Jadi Peluang Besar

Peluang dan Strategi Pengembangan Industri Susu Nasional

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri susu nasional, terutama mengingat tingkat konsumsi yang masih relatif rendah. Saat ini, rata-rata konsumsi susu masyarakat Indonesia mencapai sekitar 17,76 liter per kapita per tahun, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Angka ini menunjukkan bahwa ada peluang besar untuk meningkatkan permintaan dan pengembangan industri susu di dalam negeri.

Kebutuhan Bahan Baku yang Masih Mengandalkan Impor

Kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara susu segar per tahun. Sayangnya, sekitar 80 persen dari kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan susu segar dalam negeri masih belum cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan industri. Untuk mengurangi ketergantungan pada impor, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengambil berbagai langkah strategis.

Upaya Peningkatan Kualitas Susu Segar

Salah satu upaya utama adalah peningkatan kualitas susu segar melalui penyediaan teknologi cooling unit serta digitalisasi di Tempat Penerimaan Susu (TPS). Hingga 2024, program digitalisasi telah diterapkan di 96 TPS yang berada di bawah naungan sembilan koperasi di Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan melibatkan lebih dari 12.000 peternak sapi perah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas rantai pasok industri susu nasional.

Selain itu, Kemenperin juga mengembangkan aplikasi pemantauan pasokan susu segar dalam negeri untuk memonitor ketersediaan bahan baku industri melalui pemanfaatan bantuan mesin dan peralatan digitalisasi di tingkat koperasi dan TPS. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat membantu para peternak dan industri pengolahan susu dalam mengelola produksi dan distribusi secara lebih baik.

Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan

Pemerintah juga menginisiasi Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Makanan dan Minuman melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2024. Program ini memberikan fasilitas penggantian sebagian biaya (reimbursement) hingga 35 persen untuk pembelian mesin dan peralatan baru bagi industri pengolahan susu maupun koperasi dan kelompok peternak yang menjadi mitra industri. Langkah ini diharapkan mampu mendorong investasi dan peningkatan produktivitas sektor industri susu.

Sinergi antara Peternak dan Industri Pengolahan

Menurut Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri melalui program kemitraan menjadi salah satu kunci utama. Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem industri persusuan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan.

Peran Industri Susu dalam Ketahanan Pangan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa susu merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat. Rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia justru menjadi peluang besar bagi pengembangan industri susu nasional ke depan.

Faktor Pendukung Peningkatan Konsumsi Susu

Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, tren gaya hidup sehat, dan pelaksanaan program MBG (Misalnya: Makanan Bergizi), diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan investasi dan produktivitas industri pengolahan susu nasional.

Tujuan dan Harapan Kemenperin

Melalui berbagai program tersebut, Kemenperin berharap pengembangan industri susu nasional dapat semakin dipercepat, kapasitas sektor hulu semakin kuat, dan kolaborasi antara industri dengan peternak semakin erat. Dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, industri susu nasional diharapkan semakin mandiri, berdaya saing, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara berkelanjutan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *