– Migrain adalah kondisi kesehatan yang sangat menyiksa dan ternyata bisa dipicu oleh makanan-makanan tertentu yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Kandungan tiramin, MSG, nitrat, dan berbagai zat lainnya dalam makanan tertentu terbukti memiliki hubungan langsung dengan munculnya serangan sakit kepala yang parah.
Mengenali makanan pemicu migrain secara spesifik adalah langkah paling efektif yang bisa dilakukan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas serangan yang terjadi.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (10/6), berikut delapan makanan yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu migrain dan sakit kepala hebat bagi mereka yang rentan terhadap kondisi ini.
1. Roti yang baru dipanggang
Produk ragi yang baru dipanggang seperti roti, bagel, dan donat masih panas bisa menjadi pemicu sakit kepala bagi sebagian orang yang sensitif.
Yang perlu dihindari bukanlah semua jenis roti, melainkan khusus produk yang baru keluar dari oven dan belum sempat mendingin sama sekali.
Solusi sederhana yang bisa dicoba adalah membekukan roti terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar proses fermentasi aktif dalam roti sudah terhenti.
2. Pisang dan alpukat yang terlalu matang
Kedua buah ini dikenal sangat bergizi, namun dalam kondisi terlalu matang dan mulai menghitam, kadar tiramin di dalamnya meningkat secara signifikan.
Penelitian dalam European Neuropsychopharmacology menjelaskan bahwa tiramin dapat memicu migrain dengan cara memicu pelepasan norepinefrin yang menyebabkan pembuluh darah menyempit lalu melebar.
Menghindari konsumsi pisang dan alpukat yang sudah overripe adalah langkah pencegahan sederhana yang bisa membantu mengurangi risiko serangan migrain.
3. Buah-buahan sitrus
Buah sitrus yang sangat asam seperti jeruk dan grapefruit bisa memicu sakit kepala yang berdenyut baik dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk jus.
Porsi yang dikonsumsi ternyata sangat berpengaruh karena segelas penuh jus jeruk berpotensi memicu migrain sementara beberapa iris jeruk mungkin tidak menimbulkan masalah.
Memperhatikan respons tubuh terhadap buah sitrus dalam jumlah berbeda bisa membantu menentukan ambang batas aman yang bisa ditoleransi secara individual.
4. Makanan mengandung MSG
MSG atau monosodium glutamat adalah bahan tambahan makanan yang dikenal luas sebagai salah satu pemicu sakit kepala paling umum pada orang yang sensitif.
Zat ini tidak hanya ditemukan dalam masakan Asia, tetapi juga tersembunyi dalam sup kemasan, keripik, dan makanan siap saji dengan nama-nama yang tidak familiar.
Studi tahun 2024 merekomendasikan pencatatan makanan harian sebagai cara efektif untuk mengidentifikasi apakah MSG adalah salah satu pemicu migrain pada seseorang.
5. Tomat dan saus tomat
Tomat secara alami mengandung glutamat bebas yang memiliki efek serupa dengan MSG dan bisa menjadi pemicu migrain pada orang yang sensitif terhadap zat ini.
Saus tomat yang dimasak dengan jumlah besar mengkonsentrasikan kandungan glutamat alami sehingga berpotensi lebih kuat memicu sakit kepala dibandingkan tomat segar.
Menggunakan saus tomat dalam jumlah yang lebih sedikit atau menakar porsinya dengan hati-hati bisa membantu mengurangi risiko serangan migrain yang dipicu oleh makanan ini.
6. Daging olahan yang diawetkan dengan nitrat
Daging yang diawetkan dengan nitrat seperti hot dog, salami, dan bacon dikenal luas sebagai pemicu sakit kepala yang cukup signifikan pada orang yang rentan.
Studi dalam The Lancet menemukan bahwa natrium nitrit memicu sakit kepala pada delapan dari tiga belas orang yang mengonsumsinya dalam kondisi terkontrol.
Nitric oxide yang dihasilkan dari nitrat bekerja dengan melebarkan pembuluh darah di otak dan mengaktifkan jalur trigeminovaskular yang terlibat langsung dalam rasa sakit migrain.
7. Bawang mentah
Bawang mentah adalah pemicu migrain yang kurang dikenal namun cukup signifikan pengaruhnya pada sebagian orang yang memiliki kepekaan terhadap makanan tertentu.
Bawang yang sudah dimasak umumnya tidak memiliki efek yang sama, sehingga metode memasak ternyata sangat memengaruhi potensi pemicunya.
Dokter Buchholz menyarankan penggunaan bawang merah kecil atau shallot sebagai pengganti yang lebih aman bagi mereka yang ingin menghindari bawang mentah sepenuhnya.
8. Aspartam dalam produk bebas gula
Aspartam, pemanis buatan yang juga dikenal sebagai NutraSweet dan Equal, diketahui bisa memicu sakit kepala pada individu yang rentan terhadap migrain.
Studi tahun 2017 menunjukkan korelasi antara konsumsi aspartam dalam jumlah tinggi dengan peningkatan frekuensi sakit kepala, meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami.
Aspartam diduga memengaruhi kadar serotonin dan dopamin di otak sehingga membuat otak lebih rentan terhadap serangan migrain pada orang-orang yang memiliki kepekaan tertentu.






