Festival Pasir Padi VII Siap Meriahkan Kota Pangkalpinang
Festival Pasir Padi VII akan segera digelar di kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, pada 19 hingga 21 Juni 2026. Acara tahunan ini menjadi ajang yang dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat dan para pengunjung. Dengan berbagai agenda budaya, hiburan, serta kegiatan ekonomi, festival ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan dan memperkuat identitas budaya lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, menjelaskan bahwa Festival Pasir Padi telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketujuh, dengan fokus utama pada pengembangan potensi wisata dan budaya daerah. Ia mengatakan, acara ini tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk mempromosikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kota Pangkalpinang.
Selama tiga hari pelaksanaannya, masyarakat akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, olahraga, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi. Beberapa agenda yang akan disajikan antara lain bazar UMKM, color run, festival budaya bacang, festival layangan, atraksi barongsai, serta tradisi menegakkan telur atau yang dikenal dengan telur berdiri. Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival karena dipercaya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saat perayaan Pecun atau Duanwu Festival.
Yan menambahkan bahwa tradisi telur berdiri selalu dinantikan oleh masyarakat karena memiliki makna simbolis dan nilai budaya yang kuat. Pada hari puncak festival, masyarakat akan diajak untuk ikut serta dalam ritual tersebut, yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan kesadaran terhadap warisan budaya.
Tidak hanya itu, Festival Pasir Padi VII juga akan membawa sesuatu yang baru dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penyajian 1.000 bacang sebagai simbol kebersamaan dan pelestarian budaya. Bacang, yang merupakan kuliner tradisional Tionghoa, terbuat dari beras ketan dengan isian lauk, dibentuk menyerupai limas segitiga, dan dibungkus menggunakan daun bambu, daun pisang, atau daun pandan.
Bacang memiliki kaitan erat dengan perayaan Pecun, yang menjadi bagian dari keragaman budaya masyarakat di Bangka Belitung. Penyajian ribuan bacang ini diharapkan dapat mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan lintas masyarakat di Kota Pangkalpinang.
Selain menyajikan bacang, festival ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti tari kolosal, tari cimaki, atraksi seni tradisional, batik bacang, hiburan rakyat, hingga pertunjukan budaya pesisir. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di Kota Pangkalpinang kepada masyarakat luas.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap Festival Pasir Padi VII tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata dan menggerakkan UMKM lokal. Dengan adanya festival ini, diharapkan wisatawan akan lebih tertarik berkunjung ke Kota Pangkalpinang dan memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki daerah ini.






