SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui Program Desa Binaan 3.0 Team I di Desa Semambung, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
Program ini mengusung pendekatan pendidikan, inovasi teknologi, serta pemberdayaan masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Desa Semambung adalah tingginya populasi keong sawah yang menjadi hama pertanian dan mengganggu produktivitas lahan.
Selain itu, kondisi geografis desa menyebabkan area persawahan kerap tergenang saat musim hujan. Berangkat dari kondisi tersebut, tim Desa Binaan FTMM menghadirkan sejumlah solusi inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri warga, Presiden BEM FTMM Universitas Airlangga Aida, dosen pembina BEM FTMM Fadjar Mulya, Ph.D., serta Kepala Desa Semambung Jainuri.
Dalam sambutannya, Aida berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Desa Binaan FTMM 3.0 Team I diharapkan mampu membawa perubahan positif dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Desa Semambung,” ujarnya.
Selain kegiatan seremonial, mahasiswa juga menggelar berbagai aktivitas edukatif bagi anak-anak, seperti pembelajaran dasar rangkaian listrik, permainan pengolahan data, serta kegiatan belajar dan mengaji.
Program tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat setempat.
Fokus utama program diwujudkan melalui inovasi pemanfaatan keong sawah menjadi bionutrient dan serbuk kalsium bekerja sama dengan Komunitas ARGON.
Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi dalam mengendalikan hama pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomi bagi masyarakat desa.
Untuk mendukung proses tersebut, tim memperkenalkan fermentor berbasis teknologi yang dilengkapi sensor pH otomatis, sistem pengaduk otomatis, serta fitur pemantauan melalui telepon pintar.
Teknologi ini diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengolah hasil fermentasi secara lebih efektif dan efisien.
Program juga dilengkapi dengan sosialisasi sistem tanam aeroponik dan pengenalan Biosaka Market sebagai upaya mendorong pertanian modern di tingkat desa.
Sebanyak 50 pot mini lengkap dengan bibit dan media tanam turut dibagikan kepada warga sebagai langkah awal penerapan budidaya tanaman secara mandiri.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, BEM FTMM Unair bekerja sama dengan Puskesmas Pembantu Desa Semambung menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, hingga pengecekan kadar gula darah.
Kepala Desa Semambung, Jainuri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berbaur dengan masyarakat serta menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi desa.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, BEM FTMM Universitas Airlangga menyerahkan hibah berupa satu unit fermentor canggih dan perangkat sistem tanam aeroponik kepada Pemerintah Desa Semambung.
Bantuan tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui Program Desa Binaan 3.0 Team I, BEM FTMM Universitas Airlangga turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan).






