Jatim Fest 2026 Hadirkan The Lantis dan Ragam Agenda Anak Muda

Teks Foto : Jatim Fest 2026 memperluas segmen pengunjung dengan menyasar generasi muda, komunitas, serta pelajar melalui konser gratis dan berbagai kegiatan pendukung. (ist)

SURABAYA – Jatim Fest 2026 mulai memperluas daya tarik acara dengan menyasar lebih banyak kalangan muda dan komunitas di Kota Surabaya. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menghadirkan The Lantis sebagai guest star dalam festival yang digelar di Grand City Surabaya pada 30 September hingga 2 Oktober 2026.

Penampilan The Lantis nantinya dapat disaksikan masyarakat secara gratis. Pengunjung tidak perlu membeli tiket maupun memenuhi persyaratan khusus untuk menikmati pertunjukan grup musik tersebut.

Project Manager Jatim Fest 2026, Dwi Wisnu, mengatakan perluasan segmen pengunjung menjadi salah satu fokus penyelenggaraan tahun ini. Jika sebelumnya pengunjung lebih banyak berasal dari kalangan ASN dan pekerja, Jatim Fest kini berupaya menjangkau kelompok usia yang lebih muda, termasuk komunitas yang telah aktif di Surabaya.

“Untuk tahun ini kita lebih maju lagi umurnya, kita serang generasi yang lebih muda lagi, kita serang komunitas-komunitas yang sudah ada. Jadi harapannya untuk pengunjung tahun ini pun kita semua segmen udah dapet, gitu sih,” kata Dwi disela-sela konferensi pers di Legacy Ballroom Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Keputusan menghadirkan The Lantis juga tidak semata didasarkan pada popularitas musisi. Panitia terlebih dahulu memperhitungkan kondisi venue, kapasitas lokasi, serta aspek keamanan agar penampilan guest star tetap dapat berlangsung dengan nyaman dan terkendali.

“Jadi kalau untuk bintang tamu itu pertama kita kan harus cek lokasi ya. Dari segi venue, dari keamanan venue, kapasitas venue-nya seperti apa,” ujarnya.

Dwi menjelaskan, karakter penonton The Lantis dinilai masih sejalan dengan kemampuan venue Jatim Fest dalam menampung pengunjung. Terlebih, konser tersebut merupakan bagian dari rangkaian festival dan dapat dinikmati tanpa pungutan tiket.

“Nah kenapa kita pilihnya The Lantis, memang dari segi keamanan pasti yang datang kan ini sudah terfilter lah. Kalau untuk bintang tamu pop seperti ini kan udah kefilter massanya tidak akan terlalu membludak yang parah banget, karena konsernya ini juga sifatnya kita gratis. Tidak ada biaya apapun, tidak ada syarat apapun, tinggal datang aja, tinggal nonton,” jelasnya.

Upaya mendekatkan Jatim Fest dengan generasi muda juga dilakukan melalui promosi langsung ke sejumlah titik yang menjadi tempat berkumpul komunitas dan anak muda Surabaya.

Menurut Dwi, kegiatan pre-event telah menyentuh sejumlah lokasi, mulai dari kafe, kawasan Jalan Tunjungan hingga Taman Bungkul. Strategi tersebut diharapkan membuat informasi mengenai Jatim Fest lebih mudah menjangkau calon pengunjung sesuai segmen yang dibidik.

“Jadi kalau untuk menarik anak-anak sih yang jelas kalau pre-event kita udah jalan mendekati ya, maksudnya udah mendekati mereka di tempat tongkrongannya masing-masing. Baik di kafe, di Jalan Tunjungan, di Bungkul dan lain-lain itu kita sempat promosi ke sana,” katanya.

Selain panggung musik, Jatim Fest 2026 turut menghadirkan berbagai agenda yang dirancang untuk kelompok usia muda. Di antaranya lomba poster tingkat Jawa Timur bagi pelajar SMP serta kegiatan edukasi inklusi keuangan untuk pelajar SMP dan SMA.

Dengan rangkaian tersebut, Jatim Fest tidak hanya diarahkan sebagai ajang pameran dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar, komunitas, serta masyarakat dari berbagai kelompok usia untuk terlibat dalam kegiatan festival.

Sementara itu, terkait guest star kedua, panitia masih melakukan pertimbangan. Pemilihan penampil berikutnya akan kembali memperhatikan karakter audiens dan kemampuan venue, dengan aspek keamanan tetap menjadi salah satu pertimbangan utama.

“Jadi untuk bintang tamu yang kedua nanti pun kita kurang lebih nanti sama seperti segmennya sih. Jadi kita lebih melihat ke segi keamanannya aja,” pungkas Dwi.